Senin, 01 Oktober 2012

CONTOH MAKALAH "PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG TANAH"


 
BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Dimasa kini, banyak orang yang tidak peduli akan tanaman. Padahal banyak sekali manfaat tanaman yang menguntungkan, salah satunya adaalah tumbuhan berbiji. Jika dibandingkan dengan jenis-jenis tumbuhan yang ada di dunia ini, tumbuhan berbiji merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki tingkat perkembangan paling tinggi sehingga jumlahnya sangat banyak dan mendominasi seluruh jenis tanaman.
Dibarbagai tempat penduduk Indonesia sehari-hari mengkonsumsi tumbuhan berbiji, karena tumbuhan berbiji dapat digunakan sebagai bahan makanan. Seperti kacang tanah yang kaya akan protein dan lemak. Selain dapat diolah berbagai macam makanan, bijinya pun dapat dimakan mentah, direbus (didalam polongnya), digoreng atau disangrai. Tanaman kacang tanah juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Saat ini tanaman kacang tanah menempati urutan kedua setelah kedelai. Para petani banyak yang menanam kacang tanah, yang merupakan salah satu komoditas pangan yang penting dalam rangka ketahanan pangan penduduk Indonesia.
Dalam penanaman kacang tanah selain memilih bibit unggul yang baik, kita juga harus mengetahui keadaan tanah. Hal yang penting diperhatikan dalam penanaman kacang tanah yaitu tanah yang subur, gembur, dan banyak mengandung unsur-unsur hara (humus).
Dalam meningkatkan usaha produksi dan produktivitas, kacang tanah dapat ditempuh dengan cara alih teknologi hasil-hasil penelitian para pakar melalui pola tanaman yang serasi didaerah setempat dan didukung oleh ketersediaan varitas unggul. Disampingq itu juga, usaha para petani kacang tanah diarahkan kepola agribisnis dan agroindustri.

B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.     Bagaimana pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan kacang tanah ?

C.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian sebagai berikut :
1.     Mendeskripsikan pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan kacang tanah.

D.    Kegunaan Penelitian
Penelitian ini memiliki kegunaan sebagai berikut :
1.     Untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kacang tanah.
2.     Untuk dapat dijadikan bahan dalam melakukan penyuluhan kepada petani kacang tanah lainnya.
3.     Bagi para peneliti, dapat dijadikan kajian awal untuk melakukan penelitian.


BAB II TINJAUAN PUSTAKA




A.    Mengenal Tanaman Kacang Tanah
1.     Daerah asal dan penyebarannya
Tanaman kacang tanah (Arachis Hypogaea. L), yang sudah tersebar luas dan ditanam di Indonesia ini sebetuknya bukanlah tanaman asli, melainkan tanaman yang berasal dari benua Amerika, tepatnya dari daerah Brazilia (Amerika Selatan). Pada waktu itu didaerah tersebut sudah terdapat lebih dari 6-17 spesies Arachis. Mula-mula kacang tanah ini dibawa dan disebarkan ke benua Eropa kemudian menyebar ke benua Asia.
Tanaman kacang tanah ini diperkirakan masuk ke Indonesia antara tahun 1521-1529. Namun ada sementara pendapat yang mengatakan bahwa tanaman ini masuk ke Indonesia setelah tahun 1557. Tanaman ini dibawa oleh orang-orang Spanyol yang mengadakan pelayaran dan perdagangan antara Meksiko dan kepulauan Maluku. Penanaman kacang tanah di Indonesia ini baru di beritakan pada permulaan abad ke-18. Kacang tanah yang di tanam adalah Varietas tipe menjalar. Kemudian pada tahun 1863 seseorang yang bernama Holle membawa masuk salah stu varietas kacang tanah dari Inggris. Varietas ini adalah tipe yang tumbuh tegak dan diberi nama kacang “waspada”. Satu tahun kemudian Scheffer membawa masuk varietas tipe tegak dari Mesir. Masuknya dua varietas ini ke Indonesia mempunyai arti yang sangat penting bagi usaha budidaya tanaman kacang tanah, karena memungkinkan kacang tanah menjadi tanaman palawija, setelah terjadi persilangan alami antara varietas yang baru dengan varietas yang lama.
 Akhirnya, dari persilangan ini dihasilkan varietas kacang tanah yang terkenal, yaitu : Kacang Brul, Kacang Cina, dan Kacang Holle (yang merupakan tipe campuran hasil persilangan antara varietas-verietas yang terdahulu). Sampai saat ini tanaman kacang tanah sudah banyak ditanam orang di Jepang, Tiongkok, Afrika, Spanyol, Amerika Utara dan Indonesia.

2.     Klasifikasi dan Morfologi
Klasifikasi (classification) adalah proses pengaturan atau pengolahan makhluk dalam katagori golongan bertingkat secara sesuai : hasil akhir daripada klasifikasi adalah suatu sistem klasifikasi.
Morfologi merupakan ilmu yang mempelajari seluk beluk serta fungsi perubahan-perubahan bentuk, baik fungsi grametika maupun fungsi semantik.
Tanaman kacang tanah termasuk suku (famili) Leguminoceae yang banyak varietasnya. Klasifikasi tumbuhan kacang tanah sebagai berikut :
Kingdom :  Plantae
Divisi        : Tracheophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas        : Magnoliophyta
Ordo         : Leguminales
Famili       : Leguminoceae ( papilioiaceae)
Genus       : Arachis
Spesies   : Arachis Hypogeae. L
Susunan tubuh tanaman (morfologi) kacang tanah terdiri atas akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Perakaran tanaman kacang tanah bercabang banyak dan membentuk bintil-bintil (nodula) akar.
Batang tanaman kacang tanah berukuran sedang, berbulu, berwarna hijau kecoklat-coklatan, atau kemerah-merahan, dan batang tanaman kacang tanah tipe menjalar lebih panjang daripada tipe tegak, biasanya panjang batang antara 33 cm – 50 cm. Bunga kacang tanah berkelamin sempurna (hermaphrodite), berbentuk kupu-kupu, dan berwarna kuning. Buah berpolong, panjangnya antara 6 cm – 15 cm.

3.     Jenis – jenis Kacang Tanah
1.     Menurut Tipe Pertumbuhannya
·         Tipe Tegak
Cabang – cabang kacang tanah tipe tegak ini pada umumnya lurus atau sedikit miring keatas dan umunya ganjah (kira-kira 100 – 120 hari). Buah kacang tipe tegak ini hanya terdapat pada ruas-ruas dekat rumpun, maka buah kacang (polong) ini dapat masak secara serempak.
·         Tipe Menjalar
Cabang kacang tanah tipe menjalar ini bertumbuh kesamping. Hanya bagian ujung cabangnya mengarah keatas. Batang utama dari kacang tanah bertipe menjalar ini lebih panjang daripada batang utama dari kacang tanah yang bertipe tegak. Umur kacang tanah tipe ini berkisar antara 5 – 6 bulan oleh karena itu buah-buahnya tidak bisa masak secara serempak.
2.     Menurut Umurnya
a.     Kacang tanah berumur panjang
Kacang yang tergolong umur panjang ini adalah kacang cina dan mencapai umur 6 – 7 bulan.
b.    Kacang tanah berumur pendek
Umur tanaman kacang tanah jenis ini kurang lebih hanya 3 – 4 bulan. Kacang tanah yang berumur pendek dapat dibedakan menjadi tiga golongan kecil :
1.     Jenis kacang tanah yang bijinya berkulit ari merah tua tergolong kacang Palembang, dan kacang Afrika.
2.     Jenis kacang tanah yang bijinya berkulit ari merah muda tergolong kacang Holle, kacang Tular, kacang Waspada dan kacang Schwars.
3.     Jenis kacang tanah yang bijinya berkulit ari merah jambu dan buanya kecil.

B.    Syarat Tumbuh
1.     Keadaan Tanah
Tanaman kacang tanah dapat beradaptasi luas diberbagai daerah yang beriklim panas (tropik), tetapi sedikit lembap : rata-rata 65-75% dan curah hujan tidak terlalu tinggi, yakni sekitar 800 – 1300 mm/tahun dan musim kering rata-rata sekitar 4 bulan/tahun.
Di Indonesia pada umumnya kacang tanah ditanam di daerah dataran rendah dengan ketinggian maksimal 1000 m diatas permukaan laut. Daerah yang paling cocok untuk tanaman kacang sebenarnya adalah daerah dataran dengan ketinggian 0 – 500 m diatas permukaan air laut. Di samping itu, tanaman kacang tanah menghendaki sinar matahari yang cukup, oleh karena itu lahan tanaman harus terbebaskan dari lindungan pepohonan. Apabila kacang tanah itu ditanam di suatu daerah dengan ketinggian melebihi ukuran yang paling cocok tersebut, maka tanaman akan berumuran lebih panjang. Keadaan daerah dengan ketinggian lebih dari 1000 m, pada umumnya terlalu lembab(dingin).hal ini menyebabkan tanaman akan mengalamikekurangan zat perangsang tumbuh, yang biasanya diperoleh dari pancaran energi panas matahari.
Tanaman kacang dapat tumbuh dengan baik apabila didukung oleh iklim yang cocok. Iklim tropis yang memenuhi syarat bagi tumbuhhnya tanaman kacang, sebagaimana terjadi di Indonesia, sungguh sangat menguntungkan bagi para petani didaerah tropis ini. Namun demikian, tidak dapat disangkal bahwa di negara-negara yang beriklim sub-tropis pun ternyata tanaman kacang tanah dapat ditanam dan berproduksi dengan baik , dengan syarat bahwa kelembapan udara selalu terjaga sekitar 65 – 70 %. Tanaman kacang tanah memang tidak terlalu peka terhadap perubahan musim, namun demikian pada musim hujan tanah harus tetap dijaga baik-baik agar tidak terlalu jenuh dan mengandung banyak air. Sebaliknya, di musim kemarau tanah harus diusahakan selalu lembab atau mendapat pengairan yang teratur.

2.      Keadaan Tanah
Syarat yang terpenting adalah bahwa keadaan tanah tidak terlalu kurus dan padat. Kondisi tanah yang mutlakj diperlukan adalah tanah yang gembur. Tanah yang gembur tidak hanya baik bagi tumbuhnya tanaman kacang tanah tetapi juga menguntungkan bagi petani pada masa peran. Dalam kondisi tanah yang gembur ini para petani mudah melakukan pencabutan tanaman kacang pada saat pemungutan hasil tanpa resiko bahwa banyak buah tertinggal didalam tanah.
Kondisi tanah yang gembur akan memberikan kemudahan bagi tanaman kacang, terutama dalam hal : perkecambahan biji, kuncup buah (ginofora) menembus tanah, pembentukan polong yang baik.
Tanah yang mengandung bahan organik dalam persentase yang terlalu banyak justru tidak dikehandaki, karena dapat menurunkan kualitas produksi. Demikian pula, tanah-tanah yang terlalu asam atau terlalu alkalis tidak baik untuk tanaman kacang tanah. Tanaman kacang tanah menghendaki keadaan PH tanah sekitar 6 – 6,5 (agak netral). Keadaan tanah yang terlalu asam bisa dinetralkan dengan menambahkan kapur mati.

C.    Penanaman
Penanaman benih kacang tanah, dapat dilakukan setelah pengolahan tanah selesai dan betul-betul siap untuk ditanami. Sebelum benih ditanam, hal yang perlu diperhatikan ialah :
1.     Alat yang dipergunakan untuk menanam benih
2.     Kesehatan dan daya tumbuh benih
3.     Waktu penanaman yang tepat
4.     Jarak tanam dan jumlah benih.
Disamping itu, sehari sebelum benih ditanam sebaiknya di jemur terlebih dahulu, selama 2 – 3 jam. Penjemuran benih ini dimaksudkan agar biji bilamana ditanam akan mudah mengambil air dari dalam tanah, sehingga dengan demikian merangsang kecepatan daya tumbuh. Dengan penjemuran ini dapat diharapkan pula bahwa cendawan yang menempel pada biji akan mati.
Untuk mempercepat perkecambahan kacang tanah, biji dapat direndam didalam air sehari menjelang penanaman. Cara seperti ini dibenarkan apabila tanah yang akan ditanami dalam keadaan basah. Untuk tanah yang kering cara ini tidak dibenarkan, sebab air didalam biji otomatis akan diserap oleh tanah, menyebabkan biji menjadi kisut dan tidak dapat tumbuh lagi.

D.    Komposisi Pupuk Kandang
Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Kotoran kambing, sapi, domba, dan ayam merupakan pupuk kandang. Pada umumnya, kotoran ini mengandung unsur hara lengkap yang dibutuhkan tanaman. Unsur hara itu terkandung yakni diantaranya Kalsium, Magnesium, Belerang, Natrium, Besi, Tembaga, dan Molibdenum. Kandungan Nitrogen dalam urine ternaktiga kali lebih besar dibandingkan dengan Nitrogen dalam kotoran padat. Sementara  itu, kandungan kalium dalam urine lebih besar lima kali lipatnya.
Komposisi hara pada pupuk kandang dapat dipengaruhi oleh jenis  ternak, umur, bentuk fisik ternak, jenis pakan dan air. Pupuk kandang juga dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu pupuk dingin adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan secara perlahan oleh mikroorganisme sehingga tidak menimbulkan panas. Sementara itu pupuk panas adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan secara cepat sehingga menimbulkan panas.

E.    Komposisi jenis Sekam Padi
Sekam padi adalah kulit biji padi (Oryza Sativa) yang sudah dikisar. Kandungan pada sekam padi terdapat di Nitrogen (N) 0,3% dan Fosfor (P) 0,2%.
Ada dua macam sekam padi :
1.     Sekam bakar atau arang sekam adalah sekam atau kulit padi yang dibakar dengan teknik sedemikian rupa, sehingga menghasilkan sekam yang menjadi arang (berwarna hitam). Sekam bakar yang baik adalah sekam yang sudah terbakar, tetapi tidak terlalu hancur. Sekam bakar juga mampu memegang tanaman dengan baik. Mudah didapati dan lebih murah. Kelemahan sekam bakar adalah ia lebih mudah lapuk.
2.     Sekam mentah juga dapat digunakan sebagai komponen media tanam. Kelebihan sekam mentah ini selain bersifat porous dan mampu menahan air, adalah kaya dengan vitamin B dan merupakan sumber Kalium (K) yang diperlukan oleh tanaman, dan menggalakan pengakaran.


F.    Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Pertumbuhan merupakan perubahan atau pertambahan yang terjadi pada ukuran dan jumlah populasi sel serta bersifat tak terbalikkan (irreversible), sedangkan perkembangan merupakan diferensiasi sel atau pengkhususan sel makhluk hidup menjadi struktur tertentu dengan fungsi tertentu. Perkembangan bersifat kualitatif dan pertumbuhan kuantitatif.
Pertumbuhan dan perkembangan  tumbuhan dimulai dari peristiwa pembuahan yang menghasilkan zigot. Zigot akan membelah dan berkembang saat embrio. Tanda yang pertama yang terlihat jika embrio tumbuh dan munculnya radikula (akar embrionik), plumula (bakal daun), dan kotiledon (daun lembaga).  Bagian embrio yang berada dibawah kotiledon disebut hipokotil, sedangkan yang berada diatas kotiledon disebut epikotil. Embrio dan endosperma (berfungsi sebagai cadangan makanan) terlindung oleh selaput biji.
1.     Perkecambahan
Biji akan mengalami pematangan hingga berkecambah. Selama proses pematangan, biji mengalami dehidrasi sehingga hanya tersisa 5% - 15% air dari berat biji. Biji yang jatuh ketanah akan berkecambah jika keadaan lingkungan sesuai untuk pertumbuhan biji tersebut. Air, suhu yang optimal, dan oksigen merupakan syarat yang diperlukan biji untuk berkecambah. Perkecambahan ditandai dengan menembusnyaradikula dari selaput biji, sementara itu, epikotil mulai berkembang menjadi batang. Maristem apikal, yang aktif membelah, membentuk daun  pertama yang akan aktif berfotosintesis. Dengan demikian, individu baru akan dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu dewasa.
Terdapat dua tipe perkecambahan berdasarkan arah tumbuh kotiledon, yaitu hipogea dan epigea. Hipogea merupakan perkecambahan yang terjadi karena pemanjangan epikotil, sedangkan kotiledon tetap berada didalam tanah. Contohnya adalah perkembangan pada jagung.
Epigea merupakan perkecambahan yang terjadi karena pemanjangan hipokotil yang menyebkan kotiledon ikut terbawa keluar dari tanah. Contohnya adalah perkambangan kacang hijau dan kacang tanah.

2.     Pertumbuhan
Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi pada tempat tertentu yang disebut maristem. Maristem merupakan sekumpulan sel yang memiliki kemampuan untuk terus membelah. Berdasarkan lokasi dan fungsinya pada tumbuhan. Maristem dapat dibedakan menjadi tiga tipe. Maristem apikal yang berfungsi sebagai peran pada pertimbuhan primer, lokasi di tumbuhnya pada ujung akar dan tunas serta pengaruhnya pada tumbuhan yaitu pertumbuhan panjang. Maristem ke 2 yaitu maristem lateral (kambium) yang berfungsi sebagai peran dalam pertumbuhan sekunder, lokasi di tumbuhannya berada pada bagian tumbuhan yang telah dewasa serta pengaruhnya pada tumbuhan yaitu pertambahan ukuran, membentuk lingkaran tahun. Maristem berikutnya yaitu maristem interkalar yang fungsinya berperan dalam pertumbuhan, lokasi ditumbuhnya pada nodus batang atau tangkai yang dekat permukaan tanah serta pengaruhnya pada tumbuhan yaitu pertumbuhan panjang.
a.     Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer merupakan pertumbuhan yang pertama kali terjadi pada tumbuhan. Pertumbuhan tersebut terjadi akibat aktivitas maristem interkalar. Pertumbuhan primer merupakan satu-satunya tipe tumbuhan pada tumbuhan monokotil. Tiga maristem primer yang berkembang dari marisstem apikal akar, antara lain,
1.     Protoderma, yaitu maristem yang terletak paling luar dan berkembang menuju epidermis.
2.     Meristem dasar, yang akan berkembang menjadi jaringan sel parenkime, yaitu empulur dan korteks.
3.     Prokambium, yang akan berkembang menuju xilem dan floem primer.
b.    Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder terjadi akibat aktivitas meristem lateral atau kambium, sehingga menyebabkan pertambahan diameter batang. Terdapat dua tipe meristem, yaitu :
1.     Kambium vaskular, yang berperan pada pertumbuhan jaringan vaskular (xilem dan floem).
2.     Kambium gabus atau felogen, berperan untuk menggantikan epidermis yang pecah pada tumbuhan yang bertambah besar..


G.    Faktor – faktor yang dapat Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor – faktor tersebut menentukan apakah proses pertumbuhan dan perembangan berjalan dengan baik ataau tidak. Faktor – faktor tersebut dapat terbagi menjadi dua, yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar tumbuhan itu sendiri yang meliputi nutrisi, cahaya, oksigen, air, suhu dan musim. Fator internal adalah faktor yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri yang meliputi gen dan hormon.
a.     Faktor Eksternal
1.     Nutrisi
Semua mahluk hidup memerlukan nutrisi untuk dapat bertahan hidup. Nutrisi juga merupakan salah satu faaktor utama bagi makhluk hidup agar dapat tumbuh dan berkembang. Oleh makhluk hidup, nutrisi diubah menjadi energi yang diperlukan tubuh. Tumbuhan yang kekurangan nutrisi akan mengalami defisiensi nutrisi yang menyebabkan terjadinya kelainan pada pertumbuhannya.
2.     Cahaya
Cahaya sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkenmbangan tumbuhan. Cahaya yang diperlukan meliputi intensitas cahaya, kualitas, dan lama waktu penyinaran (fotoperiodisme). Cahaya, khususnya sinar mataahari, diperlukan tumbuhan untuk berfotosintesis. Sehinggaa tidak akan tumbuh dan berkembang dengan baik.
3.     Oksigen
Semua makhluk hidup memerlukan oksigen untuk pertumbuhannya, kecuali organisme anaerob. Kekurangan oksigen daapat menyebabkan kelainan pada pertumbuhan dan perkembangan. Jika tidak ada oksigen sama sekali tumbuhan akan mati. Tanah yang baik untuk pertumbuhan tumbuhan pun merupakan tanah gembur yang mengandung banyak oksigen.
4.     Air
Air juga merupakan faktor yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Kekurangan atau kelebihan air pada tumbuhan dapat menyebabkan kelainan pada pertumbuhan dan perkembangan.
5.     Suhu
Suhu lingkungan merupakan faktor yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhaan kaarena berkaitan dengan kemampuan tumbuhan dalam melakukan proses bioligisnya. Suhu yang rendah atau tinggi dapat menyebabkan enzim berfungsi untuk mengedarkan cadangaan makanan keseluruh bagian tumbuhan.
6.     Musim
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan juga terpengaruhi oleh musim. Sebagai contoh, ada tumbuhan yang berbunga atau berubah hanya pada musim tertentu. Pergantian musim dapat memengaruhi dormansi pada biji dan tunas. Musim juga memengaruhi dalam hal reproduksi, fotoperiodisme, dan pengguguran daun.
b.    Faktor Internal
1.     Auksin
Hormon auksin alami yang umum ditemukan pada tumbuhan adalah indolacetia Acid (IAA). Auksin diproduksi dimaristem apikal, selain itu juga ditemukan pada daun muda, bunga, dan buah. Auksin merangsang pertumbuhan melalui pemanjangan sel. Auksin yang terdapat dalam maristem apikal batang dapat menghambaat pertumbuhan tunas lateral dan menyebabkan dominasi apikal. Auksin yang diproduksi oleh biji menyebabkan pematangan buah. Selama auksin terkonsentrasi paada buah dan daun, buah dan daun tersebut tidak akan jtuh aatau gugur, auksin juga merangsang pembelahan sel pada jaringan pengangkutan sehingga menumbuhkan jaringan xilem dan fleom yang baru.
2.     Giberelin
Giberelin ditemukan pada tahun 1926 oleh Ewiti Kurosawa. Giberelin merupakan hormon yaang dapat merangang pertumbuhan batang melalui pemanjangan dan pembelahan sel. Hormon tersebut bekerja bersama-sama auksin dan sitokonin. GA3 merupakan hormon alami dari giberelin. Giberelin dihasilkan oleh beberapaa organ yang berad seperti daun muda, embrio, dan akar. Giberelin juga merangsang perkecambahan dan perkembangan kecambah. Selain itu, giberelin juga memengaruhi pertumbuhan ukuran buah, merangsang perbungaan, dan merangsang pembentukan tabung polen.
3.     Sitokinin
Secara umum, sitokinin berfungsi untuk merangsang pembelahan dan diferensiasi sel. Sitokinin dihasilkan didaerah akar dan ditransportasikan melalui xilem kebagian tumbuhan disebelah atas. Sitokinin mempunyai efek yang berlawanan dengan auksin. Auksin menghambat pertumbuhn tunas lateral, sebaliknya sitokinin merangsang pertumbuhan lateral.
Sitokinin juga mempunyai efek memperlambat penuaan organ ataau jaringan. Misalnya, pada daun, sitokinin memperlmbat penuaan daun dengan melakukan perombakan klorofil. Pada bunga dan buah, penuaan diperlambat oleh sitokinin dengan cara menaikkan kecepatan transpor nutrisi. Zeatin merupakan bentuk sitokinin alami nyang dapat ditemukan pada biji jagung.
4.     Asam Absisat (ABA)
Asam Absisat (ABA) disebut juga stress hormone. Hormon tersebut mempunyai kerja yang berlawanan dengan hormon-hormon yang lain, yaitu mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan sel. Dengan demikian, ABA dapat menyebabkan biji dan tunas berada dalam keadaan dorman. Selain itu, ABA juga menyebabkan penutupan stomata. Hal tersebut, membantu tumbuhan dalam menghadapi kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan.
Selama musim dingin, ABA dapat dijumpai pada kuncup-kuncup tumbuhan. Sehingga menghambat pada kerja hormon auksin dan giberelin. Pada lingkungan dengan suhu tinggi, ABA dapat mengurangi tingkat fotosintesis dan memperlambat penuaan serta membantu dormansi biji.
5.     Gas Etilen
Salah satu fungsi gas etilen adalah merangsang pematangn buah dengan meningkatkan aktivitas enzim yang membantu melunakkan buah. Buah yang matang, selanjutnya, akan menghasilkan gas etilen sehingga jika satu buah masak diletakkan bersama buah lain yang belum masak maka buah yang masak tersebut akan merangsang pematangan buah yang belum masak.
Selain itu, gas etilen juga berfungsi untuk merangsang penebalan batang sebagai respons terhadap lingkungan yang kurang menguntungkan, misalnya angin yang terlalu kencang. Gas etilen juga bekerja sama dengan hormon-hormon lain untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan. Misalnya gas etilen dan ABA mengatur pengguguran daun, gas etilen dan auksinmerangsang pembentukan bunga, gas etilen dan giberelin mengatur perbandingan jumlah bunga jantan dan betina pada tumbuhan monoesis (berumah satu).
H.    Pemeliharaan Tanaman
1.     Penyiangan
Rerumputan dan pertumbuhan liar yang tumbuh dibedengan tentu sangat merugikan, karena disamping mereka ikut menyerap makanan yang terkandung didalam tanah, rerumputan juga merupakan tempat hinggap dan berlindungnya hama. Maka, sebelum gulma tumbuh merajalela, sebaiknya penyiangan (rumput dicabut dan dibenamkan dalam tanah). Dilakukan setelah tanaman kacang tanah berumur 3 – 4 minggu. Setelah dicabut, rumput-rumput itu kemudian dibenamkan dalam tanah. Rerumputan yang dibenamkan akan membusuk dan sangat bermanfaat sebagai pupuk bagi tanaman.
Disamping penyiangan pada saat itu sekaligus juga dilakukan pendangiran (mengaduk, membalik-balik tanah) untuk menggemburkan tanah, sehingga kondisi tanah tetap subur, selalu terangin-angin serta selalu terkena sinar matahari langsung, dan jasad renik yang akan merugikan akan mati.
Tanah akan menjadi subur, apabila terjadi persenyawaan antara tanah dengan unsur N yang banyak terdapat diudara, kemudian berkokontaminasi langsung dengan tanah melalui pori-pori tanah yang gembur. Kemudian unsur N diikat oleh bintil-bintil akar menjadi suatu senyawa yang sangat dibutuhkan tanaman dalam proses pertumbuhan fisiknya.
2.     Pengairan
Keadaan air pada bedengan kacang tanah harus selalu dijaga agar tetap lembap dan tidak kering, sebab kacang tanah yang termasuk tanaman yang berakar dangkal selalu menghendaki tanah yang lembab. Namun demikian kandungan air dalam tanah yang terlalu jenuh pun tidak dikehendaki, sebab kondisi semacam ini justru akan merusak pertumbuhan akar. Akibatnya akar akan menjadi busuk, lama -  kelamaan tanaman akan menjadi layu dan akhirnya akan mati. Untuk mengatasi ini perlu dibuat bedengan. Bedengan ini berfungsi untuk melancarkan jalannya air, sehingga tanaman kacang tanah bisa terhindar dari genangan air.
Tanaman kacang tanah membutuhkan air sejak tanaman berumur tiga minggu. Air diperlukan untuk pembentukan bunga, pertumbuhan ginofora dan pembentukan polonng. Bila dianggap perlu pada musim kemarau kegiatan pengairan dapat dilakukan lebih frekuen, antara 6 – 8 kali. Frekuensi pengairan pada musim kemarau ini sebaiknya disesuaikan dengan banyaknya curah hujan. Kadang-kadang curah hujan itu tidak sesuai dengan musimnya. Walaupun waktu sudah menginjak musim kemarau, yakni bulan Mei atau Juni, hampir tiap 1 -2 minggu masih juga turun hujan.
Tanaman kacang tanah tidak perlu digenangi air terus-menerus, tetapi sebentar saja secukupnya, asal tanah menjadi lembab. Adapun pengairan itu dilakukan dengan cara sebagai berikut: semua pintu air yang keluar ditutup sementara, etelah air merata diseluruh lahan, segera genangan itu dibuang dengan jalan membuka kembali semua lubang yang tadi telah ditutup.
3.     Pemupukan
Khusus unntuk tanaman kacang tanah, kebangyakan para petani tidak melakukan pemupukan. Untuk memperoleh hasil yang baik mereka cukup mengatur kebutuhan air, pemeliharaan lahan dan bibit unggul. Kacang tanah dapat mengisap zat-zat makanan dari dalam tanah dengan tingkat kesuburan yang rendah, sehingga dapat menguruskan tanah untuk tanaman berikutnya. Dalam beberapa hal tanaman kacang tanah itu dipupuk secara tidak langsung maupun langsung.    
Kadang-kadang petani nmenjumpai kondisi tanah lahan yang sangat padat. Apabila keadaan tanah lahan yang akan ditanami sudah terlalu padat, maka petani harus mengusahakan terciptanya kondisi tanah yang lembab, gembur dan remah.
Sebagai langkah awal, petani biasanya melakukan pemupukan dasar tersebut bisa dipakai pupuk kandang. Kompos atau pupuk hijau, pemupukan ini dilakukan dengan cara menaburkan tutup disekitar lubang atau dibenamkan 2 lubang. Banyaknya pupuk dasar yang diperlukan 14 – 15 ton/Ha. Apabila pupuk dasar ini pupuk hijau yang berasal dari tanaman kacang-kacangan, seperti ( rotolaria dan lain sebagainya, maka pupuk hijau tersebut harus dibenamkan dalam tanah. Bahan tersebut akan mudajh sekali membusuk dan mengadakan persenyawaan dengan unsur hara dalam tanah.
4.     Pemberantasan Hama dan Penyakit
Ada beberapa hama dan penyakit yang sangat merugikan tanaman kacang tanah. Dari hasil penyelidikan ternyata yang menjadi sasaran penyerangan adalah bagian bawah tanaman, yaitu perakaran, buah (polong) dan bagian atas yaitu daun.
Kendatipun demikian bagian batang juga tidak akan luput dari sasaran lalat penggerek batang. Tetepi jumlah hama semacam ini tidak begitu banyak dan penyebarannya pun tidak begitu luas, mereka hanya aktif pada periode waktu tertentu.
Dibandingkan dengan faktor gangguan penyakit, gangguan penyakit perlu diperhatikan lebih daripada faktor ganguan hama. Agar pemberantasan hama/penyakit ini dapat berhasil, maka perlu dipelajari masing-masing kelompok hama/penyakit yang sangat merugikan tersebut, terutama mengenai penyebarannya, cara masuknya, gejala-gejala serta persentase kerusakan yang ditimbulkan, kemudian baru dilaksanakan pemberantasannya.                      


I.      Pemanfaatan Kacang Tanah
Penanaman kacang tanah di Indonesia kebanyakan dilakukan ditanah kering (tegalan) atau disawah. Buah kacang tanh ini merupakan makanan yang sehat, karena mengandung protein nabati dan lemak yang dibutuhkan manusia. Rasanya pun enak dan gurih. Adapun kegunaan kacang tanah sebagai berikut :

a.     Makanan Manusia
Biji kacang tanah mengandung zat-zat yang berguna dan berisiskan senyawa-senyawa tertentu yang sangat dibutuhkan organ-organ tubuh manusia untuk kelangsungan hidup,terutama kandungan protein, karbohidrat dan lemak. Unsur kandungan protein sekitar 25 – 30 %. Karbohidrat sekitar 12% dan minyak sekitar 40 – 50 %. Sebagai bahan makanan, biji kacang tanh dapat diolah sebagai kacang rebus, kacang goreng, kacang atom, kacang telur, dan lain sebagainya. Kacang tanah tersebut juga dapat diolah sebagai bumbu pecel, gado-gado, bahan sayur, keju serta oncom yang banyak mengandung zat putih telur dan vitamin B.
b.    Makanan Ternak
Daun kacang tanah banyak mengandung protein dan zat kapur. Oleh karena itu bahan tersebut baik sekali untuk makanan ternak. Sebagai makan ternak, daun kacang tanah tidak boleh diberikan kepada ternak dalam keadaan segar (baru dipangkas) atau dalam jumlah yang berlebihan, karena dapat menyebabkan sakit perut (bloat) bagi ternak.
c.     Bahan Minyak Goreng
Biji kacang tanah dapat diolah dan diproses menjadi minyak goreng. Setiap 100 kg kacang tanah, dapat menghasilkan  minyak antara 40 – 60 liter. Proses pengolahan minyak akan menghasilkan ampas yang disebut bungkil kacang tanah dan dapat dipergunakan sebagai bahan makanan manusia ataupun sebaagai makanan ternak.
Didaerah Jawa Barat kacang tanah dipakai sebagai bahan pembuat oncom. Nilai gizi oncom cukup tinggi karena oncom banyak mengandung zat putih telur, vitamin B, vitamin E. Selain hal-hal tersebut diatas, bungkil juga dapat dipergunakan ebagai pupuk buat.     





BAB III METODOLOGI PENELITIAN
                                                                                           
A.    Definisi Konsepsional
1.     Pengertian Pengaruh
Pengaruh adalah daya yang ada atau yang timbul dari sesuatu (orang, benda, dsb).
2.     Pengertian Media Tanam
Media tanam adalah sarana untuk menyebarluaskan tumbuh-tumbuhan yang dibudidayakan oleh manusia, karena itu mereka ditanam dan dipelihara untuk diambil hasilnya.
3.     Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah bertambah besarnya suatu individu akibat pembelahan mitosis dan penambahan materi.
Pertumbuhan adalah proses perubahan dalam makhluk yang meliputi peningkatan kematangan, kenaikan massa, penambahan ukuran atau jumlah populasi dan kekompleksannya.
4.     Pengertian Kacang Tanah
Kacang tanah adalah tanaman polong-polongan yang menepati kedua setelah kedelai di Indonesia.

B.    Definisi Operasional
Untuk menghindari penafsiran yang salah terhadap variabel yang dimaksud dalam penelitian ini, maka perlu diberikan pengertian atau definisi operasional sebagai berikut :
1.     Media Tanam
Media tanam dalam penelitian ini ada 2 macam yaitu :
a.     Campuran tanah yang agak padat dengan pupuk kandang.
b.    Campuran tanah yang agak padat dengan abu sekam yang telah dibakar.
2.     Pertumbuhan kacang tanah
Pertumbuhan yang diamati adalah pertumbuhan tinggi batang dan banyak daun kacang tanah setiap hari selama 21 hari (3 minggu).

C.    Waktu dan Tempat Penelitian
1.     Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2011 sampai dengan 31 Desember 2011.

2.     Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Manunggal Daya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

D.    Populasi / Sampel
Sampel penelitian ini adalah Kacang Tanah

E.    Alat dan Bahan
1.     Alat
·         Buku
·         Benang
·         Cangkul
·         Gayung
·         Penggaris
·         Polybag
·         Pulpen (pensil)
2.     Bahan
·         Abu Sekam
·         Biji Kacang Tanah
·         Tanah

F.    Metodologi Pengambilan Sampel
Untuk menentukan sampel yaitu kacang tanah yang ditanam pada media tanam yang telah disiapkan, peneliti menentukannya secara acak.

G.    Analisis Data
Pengelolaan data dari penelitian ini digunakan statistik, yaitu untuk menentukan rata-rata pertumbuhan tanaman kacang tanah dalam selang waktu 21 hari ( 3 Minggu).







                                                              


BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di RT 07 RW 02, tepatnya di Desa Manunggal Daya Kecamatan Sebulu Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dimana mayoritas penduduknya adalah sebagai petani.

B.    Hasil Penelitian
     Hasil penelitian pada tanaman kacang tanah adalah sebagai berikut :

1.   Tabel tanaman kacang tanah dengan media tanah
No
Waktu

Tinggi pohon
Banyak daun
1.
Hari ke 1 - 6
(a)
(b)
Belum tumbuh
Belum tumbuh
Belum tumbuh
Belum tumbuh
2.
Hari ke 7
(a)
(b)
1,5 cm
1 cm
Berdaun kecil
Belum tumbuh daun
3.
Hari ke 8
(a)
(b)
4,5 cm
2 cm
8 lembar
Mau tumbuh daun
4.
Hari ke 9
(a)
(b)
5,5 cm
4 cm
8 lembar
Berdaun kecil
5.
Hari ke 10
(a)
(b)
7 cm
5,5 cm
12 lembar
8 lembar
6.
Hari ke 11
(a)
(b)
7,5 cm
6,5 cm
12 lembar
8 lembar
7.
Hari ke 12
(a)
(b)
7,8 cm
7,4 cm
12 lembar
8 lembar
8.
Hari ke 13
(a)
(b)
8,5 cm
8,3 cm
12 lembar
12 lembar
9.
Hari ke 14
(a)
(b)
9,6 cm
9,7 cm
16 lembar
12 lembar
10.
Hari ke 15
(a)
(b)
12 cm
12,5 cm
16 lembar
16 lembar
11.
Hari ke 16
(a)
(b)
14 cm
16 cm
16 lembar
16 lembar
12.
Hari ke 17
(a)
(b)
15 cm
18 cm
16 lembar
16 lembar
13.
Hari ke 18
(a)
(b)
16,5 cm
19,5 cm
16 lembar
16 lembar
14.
Hari ke 19
(a)
(b)
17 cm
20 cm
16 lembar
20 lembar
15.
Hari ke 20
(a)
(b)
18 cm
20,5 cm
20 lembar
20 lembar

2.     Tabel tanaman kacang tanah dengan media abu sekam
No
Waktu

Tinggi pohon
Banyak daun
1.
Hari ke 1 - 5
(a)
(b)
Belum tumbuh
Belum tumbuh
Belum tumbuh
Belum tumbuh
2.
Hari ke 6
(a)
(b)
1,5 cm
2 cm
Berdaun kecil
Berdaun kecil
3.
Hari ke 7
(a)
(b)
2,5 cm
4 cm
8 lembar
8 lembar
4.
Hari ke 8
(a)
(b)
7 cm
6 cm
8 lembar
8 lembar
5.
Hari ke 9
(a)
(b)
7,5 cm
6,5 cm
16 lembar
12 lembar
6.
Hari ke 10
(a)
(b)
9,6 cm
9 cm
16 lembar
12 lembar
7.
Hari ke 11
(a)
(b)
11,5 cm
9 cm
19 lembar
16 lembar
8.
Hari ke 12
(a)
(b)
12,5 cm
11 cm
19 lembar
16 lembar
9.
Hari ke 13
(a)
(b)
13 cm
12,5 cm
19 lembar
16 lembar
10.
Hari ke 14
(a)
(b)
14,5 cm
13 cm
23 lembar
16 lembar
11.
Hari ke 15
(a)
(b)
15 cm
14,5 cm
27 lembar
16 lembar
12.
Hari ke 16
(a)
(b)
16,5 cm
15 cm
27 lembar
16 lembar
13.
Hari ke 17
(a)
(b)
17 cm
15 cm
27 lembar
16 lembar
14.
Hari ke 18
(a)
(b)
17,5 cm
15 cm
27 lembar
16 lembar
15.
Hari ke 19
(a)
(b)
18 cm
16,5 cm
27 lembar
20 lembar
16.
Hari ke 20
(a)
(b)
18,5 cm
17 cm
27 lembar
2o lembar

3.     Rata-rata pertumbuhan tinggi kacang tanah yang ditanam pada media tanah
No
Waktu
Rata – rata pertumbuhan tinggi
1.
Hari ke 1 – 6
Belum tumbuh
2.
Hari ke 7
1,25 cm
3.
Hari ke 8
3,25 cm
4.
Hari ke 9
4,75 cm
5.
Hari ke 10
6,25 cm
6.
Hari ke 11
7 cm
7.
Hari ke 12
7,6 cm
8.
Hari ke 13
8,4 cm
9.
Hari ke 14
9,65 cm
10.
Hari ke 15
12,25 cm
11.
Hari ke 16
15 cm
12.
Hari ke 17
16,5 cm
13.
Hari ke 18
18 cm
14.
Hari ke 19
18,5 cm
15.
Hari ke 20
19,25
Jumlah
10,54 cm

4.     Rata – rata pertambahan banyaknya daun pada media tanah
No
Waktu
Rata – rata pertambahan banyaknya daun
1.
1 Minggu
Berdaun kecil
2.
2 Minggu
19 lembar
3.
3 Minggu
29 lembar
Jumlah
24 lembar



5.     Rata – rata pertumbuhan tinggi kacang tanah yang ditanam pada media abu sekam
No
Waktu
Rata – rata pertumbuhan tinggi
1.
Hari ke 1 – 5
Belum tumbuh
2.
Hari ke 6
1,75 cm
3.
Hari ke 7
3,25 cm
4.
Hari ke 8
6,5 cm
5.
Hari ke 9
7 cm
6.
Hari ke 10
9,3 cm
7.
Hari ke 11
10,25 cm
8.
Hari ke 12
11,75 cm
9.
Hari ke 13
12,75 cm
10.
Hari ke 14
13,75 cm
11.
Hari ke 15
14,75 cm
12.
Hari ke 16
15,75 cm
13.
Hari ke 17
16 cm
14.
Hari ke 18
16,25 cm
15.
Hari ke 19
17,25 cm
16.
Hari ke 20
17,75 cm
Jumlah
11,60 cm

6.     Rata – rata pertambahan banyaknya daun pada media abu sekam
No
Waktu
Rata – rata pertambahan banyaknya daun
1.
1 Minggu
8 lembar
2.
2 Minggu
33 lembar
3.
3 Minggu
38 lembar
Jumlah
26,3 lembar

C.    Pembahasan
Dari perbandingan rata – rata pertumbuhan kacang pada media tanah dan media abu sekam, nampak bahwa rata – rata pertambahan tinggi kacang tanah yang ditanam pada media tanah setiap hari adalah 10,54 cm, dan untuk pertambahan daun sebanyak 24 lembar daun, perminggu.
Untuk kacang tanah yang ditanam pada media abu sekam rata – rata pertambahan tinggi kacang tanah setiap hari adalah 11,60 cm, dan pertambahan daun sebanyak 26,3 lembar daun, perminggu.
Dari hasil yang didapat ternyata yang pertumbuhannya lebih cepat ialah dengan menggunakan media abu sekam daripada dengan media tanah. Untuk pertumbuhan daun, media tanam abu sekam lebih cepat tumbuh dibanding dengan media tanam pada tanah.
Sekam padi memiliki kandungan Nitrogen (N) 0,3% dan fosfor (P) 0,2%. Abu sekam (sekam bakar) yang baik adalah sekam yang sudah terbakar, tetapi tidak terlalu hancur.
Untuk itu masih banyak para petani yang belum menggunakan media dengan abu sekam karena mereka masih cenderung menggunakan media tanah.






BAB V PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat kesimpulan sebagai berikut :
1.      Proses pemeliharaan tanaman kacang tanah dilakukan dengan cara persiapan lahan, penanaman, pengairan, pemupukan, penyiangan, dan pemberantasan hama penyakit.
2.     Pengaruh media tanam pada pertumbuhan tanaman kacang tanah sangat berpengaruh terhadap tinggi batang dan jumlah daun yaitu dengan menggunakan media tanam pada sekam yang telah dibakar (abu sekam) sehingga pertumbuhan terjadi dengan cepat dan juga menggunakan media tanam pada tanah.

B.    Saran
1.     Dalam proses penanaman tanaman kacang tanah sebaiknya dilakukan pemberian bibit unggul yang baik, serta pemberian pupuk dan pengairan yang disesuaikan dengan keadaan tanah dan kondisi tanaman.
2.     Untuk penelitian selanjutnya diharapkan bisa melakukan penelitian pada tanaman kacang tanah sampai paska panen dan semoga bisa dapat dijadikan pengetahuan yang luas oleh para pembaca khususnya para petani kacang tanah.



















DAFTAR PUSTAKA

·         AAK. 1989. Kacang Tanah.
Yogyakarta : Kanisius
·         Ernawati, Adnan. 2006. Biologi.
         Jakarta : Widya Utama
·         Mien, A. Rifai. 2004. Kamus Biologi.
         Jakarta : Balai Pustaka
·         Parnata, Ayub S. 2010. Meningkatkan Hasil Panen dengan Pupuk Organik.
         Jakarta : AgroMedia Pustaka
·         Pratiwi, DA. Sri Maryati, Srikini, Suharno, Bambang S. 2006. Biologi SMA Kelas XII.
         Jakarta : Erlangga
·         W.J.S, Poerwadarminta. 2007. Kamus Umum Bahasa Indonesia Edisi Ketiga.
         Jakarta : Balai Pustaka
        












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar