Rabu, 07 November 2012

Contoh Makalah Penelitian Yang Hanya Menggunakan Tinjauan Pustaka Tanpa Penelitian Langsung


BAB 1
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang Masalah

Sebagai negara agraris, sektor pertanian menjadi salah satu sektor penting yang mendukung Indonesia. Hal ini menyebabkan bidang pertanian harus dapat memacu diri untuk dapat meingkatkan hasilnya. Namun, peningkatan hasil pertanian biasanya akan diikuti dengan beartambahya limbah pertanian. Sebagai catatan, hampir 70% hasil pertanian merupakan materi non-produksi dan setelah proses pengolahan akan menjadi limbah. Sebagai contoh, dalam pengolahan gula hanya 17% dari biomassa yang dapat dimanfaatkan dan sisanya berupa limbah. Serta masih banyak lagi jenis limbah pertanian seperti ampas aren, kapas bekas pertaian, dan jerami padi.
Selama ini limbah pertanian hanya dibakar atau dibuang, jarang yang dimanfaatkan. Sebenarnya limbah pertanian yang mengandung lignoselulosa seperti jerami, limabah kapas, ampas aren dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku untuk media budi daya jamur kompos.
Jamur dapat tumbuh pada media limabah karena jamur mampu mendegradasi limbah organik. Dengan kemampuannya tersebut, jamur dapat dimanfaaatkan untuk menambah nilai guna limbah. 
Menurut penelitian ada sekitar 600 jenis jamur yang dapat dikonsumsi. Dari 600 jenis tersebut, lebih dari 200 telah dikonsumsi manusia dan 100 jenis diantaranya telah dicoba untuk dibudidayakan. Dari 100 jenis tersebut, 35 jenis telah berhasil dibudi dayakan secara komersial, tetapi hanya 8 jenis jamur saja yang dapat dibudi dayakan secara industri. Diantara 8 jenis jamur tersebut adalah jamur merang dan jamur kancing.   
Kelebihan jamur kompos, tidak terlalu sulit mencari media penanaman. Namun untuk jamur merang, perlu menunggu masa-masa panen padi. Karena setelah masa panen padi baru ada jerami. Namun buakan hanya jerami saja yang digunakan, kita bisa menggunakan limbah kertas atau yang lainnya. Cara menanam dan membudidayakan juga tidak susah, tidak perlu perawatan ekstra. Jika kita ulet, teus bekerja keras dan tetap brusaha, hasilnya akan kita petik sendiri waktu masa panen. Karena jamur rasanya enak, berkhasiat untuk kesehatan dan memiliki gizi, sehinga mudah untuk memasarkannya, terutama di lestoran-lestoran yang biasanya menyediakan menu makanan dari olahan jamur. Dan juga peluang usaha budidaya jamur untuk saat ini masih besar, sehingga dapat mengantarkan anda menjadi pengusaha jamur yang sukses dan menjadi panutan bagi orang lain yang ingin membuka usaha budidaya jamu.



Tentunya sering kita melihat jamur saat kita berjalan, bahkan di sekitar rumah kita juga terdapat jamur. Namun jamur-jamur yang kita lihat itu belum tentu dapat dimakan atau diolah. Karena sebagian besar jamur beracun dan menyebabkan alergi bagi yang menyentuh atau memakannya. Sehingga kita harus teliti dan bijak dalam memilih jamur untuk dikonsumsi atau diolah. Walaupun jamur jarang diminati untuk dibudidayakan oleh masyarakat setempat, tetapi saat ini sudah mulai banyak petani yang menjadi pengusaha jamur, seperti jamur kompos. Dalam penanaman jamur, jamur juga akan diserang hama layaknya tanaman yang lain. Tentunya dengan banyaknya hama yang menyerang jamur, akan menyebabkan kualitas jamur menjadi rendah hinggi mengurangi hasil produksinya. Namun hal ini dapat dicegah agar produksi jamur tetap bagus dan layak jual.
Oleh karena itu, saya ingin mengetahui lebih banyak tentang jamur kompos yang sudah mulai dikembang biakan dan dapat diolah atau dimanfaatkan.

B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.   Bagaimana cara mencegah hama yang menyerang jamur  kompos?
2.   Apa manfaat yang didapat dari jamur  kompos?

C.   Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan di atas, tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah:
1.   Dapat mengetahui bagaimana cara mencegah hama yang menyerang jamur kompos.
2.   Dapat mengetahui manfaat yang didapat dari jamur kompos.

D.   Kegunaan Penelitian
Penelitian ini memiliki kegunaan sebagai berikut.
1.   Bagi petani, peneltian ini dapat digunakan sebagai alternatif penanggulangan hama pada jamur kompos.
2.   Untuk dapat mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan jamur kompos.









BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.   Ihwal Jamur Kompos

Jamur merupakan organisme yang tidak berklorofil sehingga jamur tidak dapat menyediakan makanan sendiri  dengan cara fotosintetis seperti tanaman yang berklorofil. Oleh karena itu jamur mengambil makanan dari zat yang sudah jadi. Karena ketergantungnnya dengan organism lain jamur termasuk tanaman heterotrofik, yaitu tanaman yang tidak dapat membuat makanan sediri.
Jamur kompos termasuk dalam golongan jamur saprofit, yaitu jamur yang tumbuh pada substrat organik dari hewan maupun tumbuhan yang sudah mati dan akan merombak substrat menjadi zat yang mudah diserap. Biasanya substrat tersebut mengalami proses pegomposan terlebih dahulu. Substrat tempat tumbuh jamur kompos antara lain jerami, kotoran kuda dan serasah. Jamur kompos yang sudah populer dibudidayakan adalah jamur merang dan jamur kancing.
Jamur merang (straw mushroom) merupakan jenis jamur yang pertama kali dapat dibudidayakan di Cina sekitar tahun 1650. Pada tahun 1930, jamur merang mualai masuk kenegara Malaysia dan Fhilipina. Baru pada tahun 1950, jamur merang mulai dibudidyakan di Indonesia.
Jamur kancing yang lebih dikenal dengan istilah jamur Champignon pertama kali dibudidayakan di Prancis pada abat ke-17. Di Eropa konon jamur kancing sudah diketahui tumbuh secara alami di atas tumpukan kotoran kuda sejak zaman kuno di Romawi dan Yunani. Jamur kancing yang berwarna coklat muda merupakan hasil mutasi alami di perkebunan milik seorang petani di Pennsylvania di tahun 1926. Budidaya jamur kancing awalnya di goa-goa baru pada tahun 1975 dibudidayakan dengan sistem rumah jamur.
1.     Kalisifiasi dan Morfologi Jamur Kompos
Secara taksonomi menurut Singer (1975) jamur merang dan jamur kancing masuk dalam klasifikasi sebagai berikut.
kingdom           : Fungi
Divisi                : Basidiomycetes
Kelas                : Homobasidiomycetes
Ordo                 : Agaricales
Famili               : Plutaceae
Genus               : Volvariella
Spesies            : Volvariella volvacea (jamur merang)
       Tubuh buah yang masih muda berbentuk bulat telur, berwarna coklat gelap hingga abu-abu dan dilindungi selubung. Pada tubuh jamur dewasa, tudung berkembang sebagai cawan berwarna coklat tua keabu-abuan dengan bagian batang warna coklat muda. Jamur merang yang dijual untuk kebutuhan konsumsi adalah tubuh buah yang masih muda yang tudungnya belum berkembang.
       Jamur merang dibudidayakan di dalam bangunan yang disebut kumbung. Sesuai dengan namanya jamur ini tumbuh baik pada media merang dan jerami yang telah terkomposkan. Namun praktik budidaya lebih lanjut juga mendapati jamur ini tumbuh baik pada kompos sampah kertas, tandan kosong sawit, kompos batang pisang dan kompos  biomassa pada umumnya.
       Menurut penelitian limbah kapas adalah media yang memberikan hasil produksi dan pertumbuhan yang terbaik bagi jamur merang. Jamur merang dikenal sebagai warm mushroom, hidup dan mamapu bertahan pada suhu yang relatif tnggi, antara 30-38 oC dengan suhu optimum pada suhu 35 oC.
Klasifikasi jamur kancing
Kingdom           : Fungi
Divisi                : Basidiomycates
Kelas                : Homobasidiomycates
Ordo                 : Agaricales
Famili               : Agaricaceae
Genus              : Agaricus
Spesies            : Agaricus bisporus (jamur kancing)

       Jamur kancing berbentuk hampir bulat seperti kancing dan berwarna putih bersih, krim atau coklat muda. Jamur kancing merupakan jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia.
       Dalam bahasa inggris disebut sebagai table mushroom, common mushroom atau cultivated mushroom. Di Perancis disebut sebagai champignon de Paris, tetapi penutur bahasa inggris sering menyebutnya sebagai champignon yang dalam bahasa Perancis merupakan segala jenis fungi.
       Jamur kancing dipanen  sewaktu masih berdiameter 2-4 cm. Tubuh buah dewasa dengan payung yang sudah mekar mempunyai diameter 20 cm.

       Sosok jamur merang dan jamur kancing secara antomi terdiri dari tudung yang berbentuk seperti payung, di bawah tudung terdapat lamela, tangkai serta akar semu yang disebut rizoid. Perbedaan antara jamur merang dan jamur kancing yaitu jamur merang mempunyai cawan pada bagian bawah tangkai, tepatnya di bawah payung. Warna jamur merang coklat muda sedangkan jamur kancing berwarna putih bersih. Spora jamur merang berwarna kuning kemerahan dan spora jamur kancing berwarna putih.
2.   Cara Berkemang Jamur Kompos

       Tahap perkembangan jamur dibagi menjadi tiga yaitu tahap pertumbuhan miselium, tahap pembentukan tubuh buah, dan tahap pelepasan spora. Pertumbuhan dimulai dari spora yang dihasilkan oleh basidiospora. Spora berukuran sangat kecil, tetapi bila dalam jumlah banyak tampak seperti asap atau abu. Bila jatuh pada tempat yang cukup makanan dan lingkungan yang cukup mendukung, spora akan berkecambah menjadi hifa. Hifa ini tampak seperti benang-benang. Kumpulan dari hifa disebut miselium.
       Fase pertumbuhan miselium dipengaruhi oleh kadar karbondioksida, suhu, ketersediaan makanan, kadar air dan persaingan dengan organisme lain. Pada waktu fase pertumbuhan miselium, karbondioksida yang diperlukan lebih besar jika dibandingkan dengan fase pembentukan tubuh buah. Suhu yang diperlukan pada tahap pertumbuhan miselium untuk jamur merang lebih tinggi, yaitu 30-35 0C, dibandingkan dengan suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan jamur kancing, yaitu 22-25 0C.
       Fase selanjutnya adalah pertumbuhan tubuh buah. Pertumbuhan hifa yang kompatibel dan kondisi lingkungan yang mendukung akan menyebabkan terjadinya perkawinan. Hasil dari perkawinan tersebut adalah terbentuknya primodia atau calon tubuh buah. Kemampuan jamur untuk berubah dari fase pertubumhan miselium kepembentukan tubuh buah dipengaruhi oleh faktor endogen dan eksogen. Faktor endogen yang mempengaruhi adalah sifat genetik, hormon, dan molekul kimia lain. Adapun faktor eksogen yang mempengaruhi adalah suplai oksigen yang cukup, kelembapan, suhu, cahaya, matahari, serta ketersediaan makanan.
       Suhu yang dibutuhkan untuk pmbentukan tubuh buah jamur merang sekitar 27-30 0C, sedangkan suhu untuk memacu pembentukan tubuh buah jamur kancing sekitar 16-18 0C, kelembapan pada saat pembentukan tubuh buah sekitar 80%, baik untuk jamur merang maupun jamur kancing.
       Dari primodia kemudian akan berkembang menjadi tubuh buah. Stadia pertama berupa stadia kancing, kemudian berkembang menjadi stadia telur dan akan mengalami pemanjangan sehingga terbentuk tubuh buah yang mekar sempurna. Proses pemanjangan pada jamur merang, tudung terangkat keatas sehingga selubung  universal yang membungkus seluruh tubuh buah tercabik. Selubung universal yang sobek tertinggal di bagian bawah tangkai dan membentuk seperti cawan. Pada jamur kancing selubung universal tidak terbentuk, sisi dari pembesaran tudung dihubungkan dengan batang oleh selubung dalam. Pada waktu tubuh buah bertambah besar, selubung akan tercabik dan melekat pada batang sehingga berbentuk seperti cincin. Tubuh buah yang telah mekar sempurna akan menghasilkan spora. Spora yang telah masak akan dilepaskan dari tubuh buah.
3.     Syarat Tumbuh Jamur Kompos

1.     Pemilihan lokasi
       Pemilihan lokasi merupakan syarat awal dalam melakukan budidaya jamur. Berbagai syarat yang diperlukankan sebagai berikut.
1.     Syarat tumbuh jamur yang pertama adalah suhu. Oleh karenanya, lokasi disesuakaikan dengan suhu lingkungan. Jamur merang yang membutuhkan suhu sekitar 30-350C sesusai dibudidayakan di dataran rendah. Adapun jamur kancing memerlukan suhu 160 C sehingga cocok dibudidayakan di dataran tinggi. Apabila kondisi lokasi sesuai dengan syarat tumbuh jamur berarti dapat menekan biaya yang dibutuhkan guna menciptakan  lingkungan yang sesuai.
2.     Lokasi harus cukup bersih, jauh dari pabrik atau pembuangan limbah berbahaya. Hal ini bertujuan untuk menghindari jamur dari hama, penyakit, dan kontaminasi seyawa yang berbahaya. Jamur mempunyai kemampuan untuk menyerap logam berat meskipun konsentrasinya kecil.
3.     Sebaiknya budidaya dilakukan dekat dengan sumber bahan baku.
4.     Lokasi harus dekat dengan sumber air. Sumber air harus tersedia  dalam keadaan cukup, bersih, dan tidak tercemar. Hal ini penting karena air merupakan kebutuhan yang sangat penting terutama pada saat proses pembuatan media dan masa pembentukan tubuh buah.

2.     Rumah Jamur

       Rumah jamur sederhana berbentuk kumbung. Investasi rumah kumbung lebih kecil sehingga cocok digunakan untuk budi daya jamur untuk skala kecil atau menengah. Selain investasinya kecil rumah jamur juga memiliki manfaat sebagai berikut.
1.   Melindungi jamur dari kondisi lingkungan luar yang kurang mendukung misalnya angin yang terlampau kencang.
2.   Memudahkan pengelolaan iklim mikro di dalam kumbung.
3.   Menghemat lahan karena dapat disusun dengan menggunakan rak, dan tidak tergantung cuaca.
       Budidaya jamur kancing dan merang biasanya menggunakan rumah kumbung sistem semi permanen. Sistem semi permanen di sini maksudnya bahan rumah yang digunakan dari bahan yang sederhana sehingga akan mudah dipindahkan.





B.   Hama Jamur Kompos

Jamur kancing dan jamur merang memang sudah mulai dibudidayakan oleh masyarakat kita, namun para petanai jamur juga masih saja memiliki masalah dalam membudidayakan jamur. Karena dalam proses budidaya jamur ada saja hama yang menyerang jamur. Sehingga akan mengurangi hasil produksi saat panen jamur dilakukan. Oleh karena itu para petani juga harus menjaga kebersihan alat, bahan, dan ruangan tempat budidaya jamur. Hama ini akan menyerang bagian miselium bahkan lamela  pada jamur, yang akan merusak bagian itu dan membuat jamur menjadi kurang baik dan rusak. Hama yang menyerang jamur kompos ada seperti lalat, nyamuk, laba-laba dan masih ada lagi yang lainnya. Bahkan bukan hama saja yang dapat membuat jamur rusak dan mengurangi hasil produksi. Ternyata ada juga penyakit pada jamur, yang tetunya jika tidak dilakukan penanggulangan akan membuat rugi para petani jamur. Berikut berbagai hama dan penyakit yang terdapat pada jamur kompos.

1.     Lycoriella solani dan Lycoriella auripila
Hama ini termasuk dalam famili Lycoriadae. Bentuknya kecil seperti nyamuk, mempunyai antena panjang, kepala berwarna hitam, sedangkan perutnya berwana agak kekuningan. Hama betinanya mampu bertelur sebanyak 150-170 butir. Telur-telur tersebut berwarna putih, biasanya diletakkan pada permukaan kompos. Aktivitas hama ini dimualai dari pagi sampai sore hari. Hama ini merupakan vektor atau pembawa mikroorganisme yang membahayakan pertumbuhan jamur. Hama ini akan memakan miselium dan buah jamur sehingga hasil panen jamur kurang maksimal. Selain itu hama ini juga membawa virus dan penyakit jamur, jadi sebisa mungkin lakukan pencegahan kumbung agar terhindar dari hama tersebut. Gejala serangan ditandai dengan terlihatnya hama dan larvanya di permukaan kompos dan pada sudut rak.

2.     Megaselia nigra dan Megaselia heterata
Hama ini termasuk dalam famili Phoridae. Bentuknya juga seperti nyamuk. Hama betinanya mampu bertelur sebanyak 50 butir telur. Larvanya berwarna putih bening. Serangga ini menyerang pada bagian lamela jamur. Kehadiran hama dan larvanya dapat terlihat jelas atau diketahui. Serangan hama ini dapat  menyebabkan rusaknya jamur atau menurunnya kualitas jamur sehingga mengurangi selera konsumen. Jadi sebisa mungkin lakukan pencegahan agar kumbung jamur terhindar dari hama. Pencegahan dapat dilakukan dengan memasang kawat kasa berukuran kecil pada bagian ventilasi, dan memasang plastik bening pada luar pintu, agar serangga menghindari kumbung jamur.




3.     Heteropeza pygmaea dan Henria psalliotae
Hama ini termasuk dalam famili Cecidomgyiidae. Bentuknya  kecil, hampir sama seperti nyamuk, tepi sayapnya bergerigi atau berduri, memiliki antena yang pendek dibagian kepalanya. Larvanya berwarna butih. Fase dewasa berbentuk seperti nyamuk dan berukuran sekitar 1 mm. hama betina mampu bertelur sebanyak 7 butir selama 13 hari. Heteropeza pygmaea merupakan vektor bagi bakteri. Kehadiran hama ini tampak jelas. Hama ini merupakan vektor bakteri yang menyebabkan  batang jamur berwarna coklat dan adanya cairan hitam pada bagian lamela. Tentunya hal ini akan membuat jamur lama-kelamaan menjadi busuk sehingga tidak dapat dipanen.

4.     Tyrophagus putrescentiae dan Linopodes antennaepes
Hama Tyrophagus putrescentiae berupa kutu yang berwarna agak kemerahan dan tubuhnya ditumbuhi rambut-rambut yang cukup panjang. Sedangkan Linopodes antennaepes memiliki kaki depan yang sangat panjang, tubuhnya berwarna coklat kekuningan. Kutu-kutu ini memakan miselium jamur sehingga jamur tidak tumbuh pada  akhirnya merugikan hasil panen.

5.     Aphelencoids composticola dan Dituulenchus myceliophagus
kedua hama ini merupakan cacing yang biasanya merusak dinding hifa sel jamur dan memakan miselium. Dengan demikian jamur tidak akan tumbuh dan panen pun akan gagal. Oleh sebab itu pastikan proses sterilisasi dilakukan dengan sempurna  agar telur-telur cacing juga mati.

6.     Laba-laba
Hama laba-laba biasanya akan memakan tubuh buah jamur dan menyebarkan spora jamur yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman. Untuk pencegahannya bisa melakukan dengan menaburkan serbuk kapur pada lantai dan dinding ruang kumbung. Selanjutnya dapat memusnahkan serangga laba-laba yang biasanya terdapat di sela-sela tumpukan boglog jamur.

7.     Rayap
Hama rayap biasanya memakan zat selulosa yang terkandung di dalam kayu, hal ini tentu cukup menghawatirkan karena kemungkinan besar baglog juga akan mengalami kerusakan. Untuk mencegahnya, bisa menyemprotkan ekstrak sirih ke bagian tanah atau bagian kumbung yang diserang rayap.

8.     Siput
Biasanya hama siput menyerang tubuh buah jamur sehingga pertumbuhannya kurang optimal. Untuk mencegahnya, bisa menggunakan ekstrak jarak pagar dan menyemprotkannya kelantai ruang kumbung dan boglog jamur.

Selain adanya serangan hama pengganggu, tumbuhan jamur juga sering terkena  beberapa jenis penyakit yang disebabkan  oleh fungi, kapang, bakteri ataupun virus. Biasanya penyakit-penyakit itu muncul apabila cara dalam budidaya jamur kurang maksimal. Beberapa jenis penyakit yang menyerang jamur antara lain sebagai berikut.

1.     Cendawan
Cendawan  yang sering menyerang yaitu Trichodrma sp. Biasanya jamur yang terkontaminasi organisme ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik yang berwarna coklat kemerahan pada tudung jamur atau ada noda yang berwarna hijau pada media boglog jamur, sehingga pertumbuhan miselium terhambat dan membuat jamur mati. Cara mencegahnya dengan melakukan sterilisasi peralatan maupun SDM sebelum proses perawatan kumbung berlangsung.

2.     Virus
Serangan virus menyebabkan perubahan bentuk tubuh buah (abnormal) misalnya tangkai memanjang dan tudungnya mengecil sehingga tampak seperti stik drum. Dengan demikian kualitas jamur menurun dan hasil panen pun berkurang.

3.     Bakteri
Jenis bakteri yang sering menyerang yaitu Bacterium arotovorum. Serangan dari bkteri ini menyebabkan terbentuknya bintik kuning pada tudung atau payung. Bintik kuning tersebut kemudian akan berubah menjadi coklat, lalu menjadi hitam. Hal ini menyebabkan penurunan harga produksi karena membuat konsumen tidak selera membelinya.

4.     Mucor sp
Tumbuhan jamur yang terkontaminasi Mucor ditandai dengan  munculya noda hitam pada bagian boglog. Kondisi ini membuat pertumbuhan miselium kurang optimal, sehingga jamur gagal untuk dibudidayakan. Cara pencegahan bisa dilakukan dengan mengurangi jumlah susunan boglog dan menurunkan suhu ruangan kumbung dengan mengatur sirkulasi udara.

5.     Neurospora sp
Penyakit Neurospora menimbulkan tepung berwana orange pada permukaan kapas penyumbat boglog. Pencegahan bisa dilakukan dengan melakukan sterilisasi media jamur dan mengurangi jumlah susunan boglog.




6.     Penicillium sp
Munculnya penyakit Penicillium ditandai dengan tubuhnya miselium berwarna coklat atau merah tua. Selanjutnya untuk melakukan pencegahan, yang terpenting adalah menjaga kebersihan ruang inklubasi jamur.

7.     Corpinus
Penyakit Corpinus biasanya menyerang jamur kuping, penyakit ini muncul dari alat-alat, rak boglog, atau bibit yang kurang steril. Untuk mencegahnya, bisa melakukan pasteurisasi hingga suhu mencapai 60-70oC, dan menjaga kebersihan alat, bibit, ruang kumbung jamur, dll.

Namun para petani tidak harus takut dan mundur saat akan memudidayakan jamur kompos, karena hama yang menyerang jamur kompos dapat dicegah dengan berbagai  cara seperti lebih memperhatikan kebersihan dalam melakukan budidaya jamur kompos itu sendiri.

C.   Jenis-jenis Jamur
       Jamur merupakan salah satu tumbuhan tingkat rendah yang tidak berklorofil, namun memiliki potensi cukup besar. Pada dasarnya jamur bisa tumbuh di berbagai tempat, namun sebagian besar jamur akan tumbuh subur bila berada di derah yang lembab dan bersuhu dingin. Reproduksi jamur dilakukan dengan dua cara, yaitu cara vegetatif dan generatif. Prerkembangbiakan vegetatif biasanya dilakukan dengan membentuk spora, membelah diri serta pembentukan kuncup. Sedangkan pengembangbiakan generatif dilakukan dengan pembentukan spora askus, konjugasi, dan menggunakan hifa yang akan menghasilkan zigospora. Selain memiliki berbagai macam cara untuk berkembangbiak, jamur juga terdiri dari aneka macam jenis baik yang bermanfaat maupun yang berbahaya/beracun. Berikut jenis jamur berdasarkan habitat hidupnya.
1.     Golongan jamur kompos
·         Jamur Merang
       Jamur merang (Volvariella sp) merupakan jamur kompos yang banyak digemari masyarakat. Biasanya jamur ini tumbuh ditumpukan jerami yang membusuk ada saat musim panen padi berlangsung. Untuk membudidayakannya bisa mengguankan jerami atau merang, limbah kapas, limbah kertas, ampas sagu, atau serbuk gergaji kayu. Manfaatnya untuk sebagai bahan pangan yang diolah menjadi aneka macam masakan jamur. Seperti diolah menjadi soup jamur, tumis jamur, sate jamur, dll.



·         Jamur Kancing
       Jamur kancing atau jamur Champignon. Jamur champignon (Agaricus sp) bisa disebut juga jamur kancing. Bentuk jamur ini sekilas mirip dengan jamur merang, yang membedakannya hanya pada  batang jamur kancing terdapat bentuk yang menyerupai cincin, serta memiliki warna putih bersih. Manfaatnya, rasanya yang nikmat membuat jamur champignon digemari para konsumen sebagai salah satu bahan makanan yang sehat dan kaya manfaat. Biasanya jamur kancing ini digunakan sebagai bahan campuran dalam sebuah masakan.
2.     Golongan jamur kayu
·         Jamur Tiram
       Jamur tiram (Pleurotus sp) atau yang dikenal dengan sebutan oyster mushroom memiliki bentuk tubuh yang menyerupai cangkang kerang atau tiram dengan bagian tepi yang bergelombang. Jenis jamur ini cukup banyak digemari untuk dibudidayakan, sehingga banyak digemari para konsumen maupun pelaku usaha. Manfaatnya,  jamur tiram merupakan jamur konsumsi yang paling sering dimanfaatkan menjadi aneka makanan olahan jamur. Biasanya jamur tiram diolah menjadi sate jamur, keripik jamur tiram, gule jamur, jamur crispy, dan masih bnyak lagi yang lainnya.
·         Jamur Kuping
       Jamur kuping (Auricularia sp) merupakan jenis jamur yang memiliki kandungan protein mineral, dan vitamin yang cukup tinggi serta bebas kolestrol. Jamur jenis ini bisa dibudidayakan di daerah beriklim dingin sampai panas, dengan suhu rata-rata 20-300C dan kelembapan 80-90%. Selain dijual dengan kadaan segar, jamur kuping kering juga laku dipasaran dengan harga yang cukup mahal. Manfaatya, jamur kuping sering dimanfaatkan sebagai bahan campuran ketika memasak soup jamur, sayur kimlo, keripik jamur, nasi goreng jamur. Tauco jamur, sukiyaki, dan bakmi jamur dengan citra rasa yang sangat lezat. Selain itu jamur kuping hitam juga dimanfaatkan sebagai obat sakit jantung, pembuluh darah dengan endapan (ateroklerqsis), penurunan kolestrol, anti platelet, dan anti pengentalan darah, serta sebagai anti pendarahan.
·         Jamur Shitake
       Jamur shitake (lentnus sp) sering disebut juga dengan nama hioko atau Chinese black mushroom. Jamur jenis ini bisa tumbuh di gelondongan kayu atau bisa dibudidayakan dengan media serbuk gergaji kayu. Manfaatnya, jamur Shitake dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pangan untuk syaur lalapan atau dimasak menjadi aneka makanan olahan jamur. Selain itu jamur Shitake juga dimnfaatkan sebagai obat, karena mengandung lentinen yang berfungsi sebagai anti-kangker.

·         Jamur Ling Zhi
       Jamur ling zhi (Gdornema sp) merupakan salah satu jenis jamur yang dikenal masyarakat sebagai jamur obat. Bahkan saat ini jamur yang memiliki bentuk seperti kipas ini disebut sebagai raja obat dari jamur, karena khasiatnya dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit. Manfaatnya, jamur ling zhi merupakan bahan obat yang sering digunakan sebagai campuran minuman atau dibuat dalam bentuk kapsul. Kandungan senyawa yang terdapat dalam jamur ling zhi berkhasiat meningkatkan kesehatan dan kebugaran konsumennya, serta bisa juga sebagai pencegah kangker dan mencuci bahan-bahan beracun yang ada di dalam tubuh.
·         Jamur Maitake
       Jamur maitake (Grifola sp) memiliki sebutan hkusus yaitu “hens of the wood” atau ayam betina dari kayu. Sebutan ini diberikan karena bentuk jamur maitake sangat mirip dengan jengger ayam. Seperti halnya pada jamur ling zhi, jamur maitake juga dikenal  masyarakat sebagai bahan obat. Manfaatnya, kandungan senyawa pada jamur maitake dipercaya memiliki kemampuan sebagai anti-kangker dan anti-HIV. Biasanya pemanfaatan jamur maitake bisa berupa ekstrak maupun dalam bentuk serbuk.
       Jenis jamur juga dapat dibedakan berdasarkan sifat hidup dan hubungannya dengan keadaan lingkungan. Sifat-sifat itu antara lain sebagai berikut.
1.   Simbiotik, yaitu hidup berdampingan dengan tanaman lain. Apabila hubungan itu saling menguntungkan disebut simbiotik mutualisme, tetapi bila satu pihak diuntunkan sedagkan pihak lain tidak dirugikan disebut sombiotik komensalisme.
Contoh : Amanita phalloides (jamur kematian), Amanita mscaren, Limacella guttata, Cystoderma             amianthinum.
2.   Parasit, yaitu mengambil makanan dari tumbuhan lain yang masih hidup.
Contoh : Omphalatus olearius, Arillariella mellea.
3.   Saprofit, yaitu hidup pada zat organik yang diperlukan (misalnya sampah).
Contoh : Macrolepiota procera, Leucoagaricus pudicus, Rhodotus palmatus, Pleurotus ostreatus.
4.   Parasit dan sekaligus bersifat saprofit.
Contoh : Pleurotus cornucapiae, Pleurotus dryinus, Pleurotus eryngii (jenis jamur tiram).







BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A.   Defenisi Konsepsional

·         Mencegah
Mencegah adalah mengihtiarkan agar tidak.
·         Hama
Hama adalah (pets) hewan (umumnya serangga, burung, rodentia, dll) yang mendatangkan kerusakan pada tanaman atau produksi pertanian.
Hama adalah penyakit tanam-tanaman.
·         Jamur kompos
Jamur kompos adalah jamur yang tumbuh pada substrat organik atau hewan maupun tumbuhan yang sudah mati dan akan merombak substrat menjadi makanan yang mudah diserap.

B.   Defenisi Oprasional

       Kita tahu bahwa hama pada jamur kompos tentunya dapat dicegah agar tidak merugikan petani jamur.
·         Mencegah itu sendiri dapat diartikan sebagai upaya yang harus kita lakukan agar sesuatu yang buruk atau merugikan tidak terjadi.
·         Hama berarti berbagai jenis serangga pengganggu yang tentunya merugikan karena dapat merusak jamur sehingga hasil produksi menjadi kurang baik.
·         Jamur kompos sendiri berartikan, sekelompok jamur seperti jamur merang dan jamur kancing yang habitat hidupnya dari hasil pengomposan. Pengomposan bisa dari ampas aren, kertas, dan kotoran kuda namun media tumbuh jamur kompos yang paling mudah dan baik adalah hasil pengomposan jerami.

C.   Waktu dan Tempat Penelitian

·         Waktu penelitian
Penelitian ini di laksanakan pada tanggal 8 (tanggal dilaksanakan penelitian).
·         Tempat penelitian
Penelitian ini di laksanakan di (alamat tempat penelitian)

D.   Populasi atau Sampel

Populasi atau sampel penelitian ini adalah diambil dari literatur-literatur seperti buku-buku yang bersesuaian atau bersangkutan.

E.    Alat dan Bahan (Eksperimental)

Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian ini adalah ;
-       Buku-buku yang sesuai atau berkaitan
-       Pensil
-       Pulpen
-       Internet
-       Dan tambahan literatur lainya

F.    Metodologi Pengambilan Sampel (disesuaikan)

       Karena disini saya tidak melakukan penelitian secara langsung atau melakukan praktikum. Sehingga yang saya lakukan hanya melakukan penjabaran pada tinjauan pustaka tentang apa yang saya teliti yaitu cara mencegah hama pada jamur kompos, yang diresum dari buku-buku yang sesuai atau berkaitan dan literatur tambahan seperti internet.










BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.   Hasil Penelitian

1)     Hama pada jamur kompos

Jamur kancing dan jamur merang memang sudah mulai dibudidayakan oleh masyarakat kita, namun para petanai jamur juga masih saja memiliki masalah dalam membudidayakan jamur. Karena dalam proses budidaya jamur ada saja hama yang menyerang jamur. Sehingga akan mengurangi hasil produksi saat panen jamur dilakukan. Oleh karena itu para petani juga harus menjaga kebersihan alat, bahan, dan ruangan tempat budidaya jamur. Hama ini akan menyerang bagian miselium bahkan lamela  pada jamur, yang akan merusak bagian itu dan membuat jamur menjadi kurang baik dan rusak. Hama yang menyerang jamur kompos ada seperti lalat, nyamuk, laba-laba dan masih ada lagi yang lainnya. Bahkan bukan hama saja yang dapat membuat jamur rusak dan mengurangi hasil produksi. Ternyata ada juga penyakit pada jamur, yang tetunya jika tidak dilakukan penanggulangan akan membuat rugi para petani jamur. Berikut berbagai hama dan penyakit yang terdapat pada jamur kompos.

1.     Lycoriella solani dan Lycoriella auripila
Hama ini termasuk dalam famili Lycoriadae. Bentuknya kecil seperti nyamuk, mempunyai antena panjang, kepala berwarna hitam, sedangkan perutnya berwana agak kekuningan. Hama betinanya mampu bertelur sebanyak 150-170 butir. Telur-telur tersebut berwarna putih, biasanya diletakkan pada permukaan kompos. Aktivitas hama ini dimualai dari pagi sampai sore hari. Hama ini merupakan vektor atau pembawa mikroorganisme yang membahayakan pertumbuhan jamur. Hama ini akan memakan miselium dan buah jamur sehingga hasil panen jamur kurang maksimal. Selain itu hama ini juga membawa virus dan penyakit jamur, jadi sebisa mungkin lakukan pencegahan kumbung agar terhindar dari hama tersebut. Gejala serangan ditandai dengan terlihatnya hama dan larvanya di permukaan kompos dan pada sudut rak.

2.     Megaselia nigra dan Megaselia heterata
Hama ini termasuk dalam famili Phoridae. Bentuknya juga seperti nyamuk. Hama betinanya mampu bertelur sebanyak 50 butir telur. Larvanya berwarna putih bening. Serangga ini menyerang pada bagian lamela jamur. Kehadiran hama dan larvanya dapat terlihat jelas atau diketahui. Serangan hama ini dapat  menyebabkan rusaknya jamur atau menurunnya kualitas jamur sehingga mengurangi selera konsumen. Jadi sebisa mungkin lakukan pencegahan agar kumbung jamur terhindar dari hama. Pencegahan dapat dilakukan dengan memasang kawat kasa berukuran kecil pada bagian ventilasi, dan memasang plastik bening pada luar pintu, agar serangga menghindari kumbung jamur.


3.     Heteropeza pygmaea dan Henria psalliotae
Hama ini termasuk dalam famili Cecidomgyiidae. Bentuknya  kecil, hampir sama seperti nyamuk, tepi sayapnya bergerigi atau berduri, memiliki antena yang pendek dibagian kepalanya. Larvanya berwarna butih. Fase dewasa berbentuk seperti nyamuk dan berukuran sekitar 1 mm. hama betina mampu bertelur sebanyak 7 butir selama 13 hari. Heteropeza pygmaea merupakan vektor bagi bakteri. Kehadiran hama ini tampak jelas. Hama ini merupakan vektor bakteri yang menyebabkan  batang jamur berwarna coklat dan adanya cairan hitam pada bagian lamela. Tentunya hal ini akan membuat jamur lama-kelamaan menjadi busuk sehingga tidak dapat dipanen.

4.     Tyrophagus putrescentiae dan Linopodes antennaepes
Hama Tyrophagus putrescentiae berupa kutu yang berwarna agak kemerahan dan tubuhnya ditumbuhi rambut-rambut yang cukup panjang. Sedangkan Linopodes antennaepes memiliki kaki depan yang sangat panjang, tubuhnya berwarna coklat kekuningan. Kutu-kutu ini memakan miselium jamur sehingga jamur tidak tumbuh pada  akhirnya merugikan hasil panen.

5.     Aphelencoids composticola dan Dituulenchus myceliophagus
kedua hama ini merupakan cacing yang biasanya merusak dinding hifa sel jamur dan memakan miselium. Dengan demikian jamur tidak akan tumbuh dan panen pun akan gagal. Oleh sebab itu pastikan proses sterilisasi dilakukan dengan sempurna  agar telur-telur cacing juga mati.

6.     Laba-laba
Hama laba-laba biasanya akan memakan tubuh buah jamur dan menyebarkan spora jamur yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman. Untuk pencegahannya bisa melakukan dengan menaburkan serbuk kapur pada lantai dan dinding ruang kumbung. Selanjutnya dapat memusnahkan serangga laba-laba yang biasanya terdapat di sela-sela tumpukan boglog jamur.
7.     Rayap
Hama rayap biasanya memakan zat selulosa yang terkandung di dalam kayu, hal ini tentu cukup menghawatirkan karena kemungkinan besar baglog juga akan mengalami kerusakan. Untuk mencegahnya, bisa menyemprotkan ekstrak sirih ke bagian tanah atau bagian kumbung yang diserang rayap.

8.     Siput
Biasanya hama siput menyerang tubuh buah jamur sehingga pertumbuhannya kurang optimal. Untuk mencegahnya, bisa menggunakan ekstrak jarak pagar dan menyemprotkannya kelantai ruang kumbung dan boglog jamur.

Selain adanya serangan hama pengganggu, tumbuhan jamur juga sering terkena  beberapa jenis penyakit yang disebabkan  oleh fungi, kapang, bakteri ataupun virus. Biasanya penyakit-penyakit itu muncul apabila cara dalam budidaya jamur kurang maksimal. Beberapa jenis penyakit yang menyerang jamur antara lain sebagai berikut.

1.     Cendawan
Cendawan  yang sering menyerang yaitu Trichodrma sp. Biasanya jamur yang terkontaminasi organisme ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik yang berwarna coklat kemerahan pada tudung jamur atau ada noda yang berwarna hijau pada media boglog jamur, sehingga pertumbuhan miselium terhambat dan membuat jamur mati. Cara mencegahnya dengan melakukan sterilisasi peralatan maupun SDM sebelum proses perawatan kumbung berlangsung.

2.     Virus
Serangan virus menyebabkan perubahan bentuk tubuh buah (abnormal) misalnya tangkai memanjang dan tudungnya mengecil sehingga tampak seperti stik drum. Dengan demikian kualitas jamur menurun dan hasil panen pun berkurang.

3.     Bakteri
Jenis bakteri yang sering menyerang yaitu Bacterium arotovorum. Serangan dari bkteri ini menyebabkan terbentuknya bintik kuning pada tudung atau payung. Bintik kuning tersebut kemudian akan berubah menjadi coklat, lalu menjadi hitam. Hal ini menyebabkan penurunan harga produksi karena membuat konsumen tidak selera membelinya.

4.     Mucor sp
Tumbuhan jamur yang terkontaminasi Mucor ditandai dengan  munculya noda hitam pada bagian boglog. Kondisi ini membuat pertumbuhan miselium kurang optimal, sehingga jamur gagal untuk dibudidayakan. Cara pencegahan bisa dilakukan dengan mengurangi jumlah susunan boglog dan menurunkan suhu ruangan kumbung dengan mengatur sirkulasi udara.

5.     Neurospora sp
Penyakit Neurospora menimbulkan tepung berwana orange pada permukaan kapas penyumbat boglog. Pencegahan bisa dilakukan dengan melakukan sterilisasi media jamur dan mengurangi jumlah susunan boglog.




6.     Penicillium sp
Munculnya penyakit Penicillium ditandai dengan tubuhnya miselium berwarna coklat atau merah tua. Selanjutnya untuk melakukan pencegahan, yang terpenting adalah menjaga kebersihan ruang inklubasi jamur.

7.     Corpinus
Penyakit Corpinus biasanya menyerang jamur kuping, penyakit ini muncul dari alat-alat, rak boglog, atau bibit yang kurang steril. Untuk mencegahnya, bisa melakukan pasteurisasi hingga suhu mencapai 60-70oC, dan menjaga kebersihan alat, bibit, ruang kumbung jamur, dll.

       Namun para petani tidak harus takut dan mundur saat akan memudidayakan jamur kompos, karena hama yang menyerang jamur kompos dapat dicegah dengan berbagai  cara seperti lebih memperhatikan kebersihan dalam melakukan budidaya jamur kompos itu sendiri.

2)     Manfaat jamur kompos

Tentunya banyak sekali manfaat yang didapat dari tanaman jamur, contohnya jamur dapat digunakan sebagai obat kangker, jamur juga memiliki banyak kandungan gizi, seperti protein asam amino, lemak, vitamin, karbohidrat dan serat, mineral, dan kandungan obat.
Jamur juga terdiri dari berbagai aneka macam jenis yang bermanfaat maupun yang berbahaya atau beracun. Saat ini sudah banyak jamur yang dibudidayakan seperti jamur konsumsi maupun jamur yang bermanfaat. Salah satu jamur yang bermanfaat dan dapat dikonsumsi adalah jamur kompos, yaitu jamur merang dan jamur kancing.
Manfaat jamur merang, jamur merang dimanfaat oleh sebagian masyarakat sebagai bahan pangan yang diolah menjadi aneka macam masakan jamur. Seperti diolah sebagai soup jamur, tumis jamur, sate jamur, omlet, pitzza dll. Nah, ternyata banyak sekali manfaat dari jamur selain rasanya yang nikmat untuk dijadikan beberapa olahan makanan, jamur juga memilki nilai gizi yang tidak kalah tinggi dengan telur, apel, bawang dan masih banyak yang lainnya.
Sedangkan manfaat jamur kancing, rasanya nikmat sehingga membuat jamur kancing atau champignon digemari para konsumen  sebagai salah satu bahan makanan yang sehat dan kaya manfaat. Biasanya jamur kancing ini digunakan sebagai bahan campuran dalam sebuah masakan. Jamur juga termasuk makanan yang rendah lemak, jadi tidak usah takut untuk memakan jamur. Karena baanyak sekali manfaatnya.
Manfaat lainnya adalah, media tumbuh sangat mudah didapat, sehingga membuat para petani jamur tidak hkawatir untuk mencari media tumbuh. Syarat tumbuhnya juga tidak terlalu ribet, yang penting, bahwa jamur merang dapat tumbuh di daerah dataran rendah dengan suhu 30-35oC sedangkan jamur kancing dapat tumbuh di daerah dataran tinggi dengan suhu 16oC.
3.    Pembahasan

1.   Cara mencegah hama pada jamur kompos

Keberhasilan dari suatu usaha budidaya antara lain terhindarnya tanaman budidaya dari serangan hama dan penyakit. Umumnya serangan hama dan penyakit pada budidaya jamur dapat menyebabkan gagalnya budidaya tersebut maka sebaiknya sebelum terjadi serangan telah dilakukan pencegahan.
Kunci dalam mencegah hama dan penyakit adalah menjaga kebersihan alat, bahan dan ruangan. Usaha pencegahan lainnya dengan cara sebagai berikut.
1.     Proses sterilisasi media harus sempurna. Karena penyebab kontaminasi sering kali juga berasal dari bahan baku media (seperti jerami maupun kotoran hewan) maka sterilisasi harus mencapai suhu yang dapat mematikan larva telur maupun hewan yang menyebabkan terjadinya kontaminasi.
2.     Penyiraman dilakukan secara tepat, tidak sampai terlalu basah dan air yang digunakan merupakan air yang bersih.
3.     Temperatur dan kelembapan harus sesuai dengan yang dibutuhkan, seperti jamur merang memerlukan suhu 30-35oC dan jamur kancing memerlukan suhu 16oC.
4.     Pintu dan jendela kumbung harus diberi filter agar pada saat pintu dan jendela kumbung dibuka tidak memungkinkan untuk masuknya hama.
5.     Lingkungan lokasi sekitar budidaya juga harus bersih. Karena lingkungan juga mempengaruhi, seperti lingkungan yang kotor maka akan banyak bakteri sehingga akan bertebaran ke kumbung tempat pembudiddayaan.
Walaupun telah diusahaan pencegahan, tetapi terkadang jamur masih tetap terserang hama atau penyakit. Oleh karenanya perlu diketahui pula hama dan penyakit yang sering menyerang jamur kompos. Di bab kajian pustaka sudah dibahas tentang hama dan penyakit yang menyerang jamur kompos secara lengkap. Jadi dipembahasan ini kita hanya mengulang kembali.

Hama yang menyerang jamur kompos sebagai berikut.

1.     Lycoriella solani dan Lycoriella auripila
Hama ini merupakan vektor atau pembawa mikroorganisme yang membahayakan pertumbuhan jamur. Hama ini akan memakan miselium dan buah jamur sehingga hasil panen jamur kurang maksimal. Selain itu hama ini juga membawa virus dan penyakit jamur, jadi sebisa mungkin lakukan pencegahan kumbung agar terhindar dari hama tersebut. Gejala serangan ditandai dengan terlihatnya hama dan larvanya di permukaan kompos dan pada sudut rak.  


2.     Mageselia nigra dan Mageselia heterata
Serangan hama ini dapat  menyebabkan rusaknya jamur atau meurunnya kualitas jamur sehingga mengurangi selera konsumen. Jadi sebisa mungkin lakukan pencegahan agar kumbung jamur terhindar dari hama. Pencegahan dapat dilakukan dengan memasang kawat kasa berukuran kecil pada bagian ventilasi, dan memasang plastik bening pada luar pintu, agar serangga menghindari kumbung jamur.

3.     Heteropez pygmaea dan Henria psalliotae
Hama ini merupakan vektor bakteri yang menyebabkan  batang jamur berwarna coklat dan adanya cairan hitam pada bagian lamela. Tentunya hal ini akan membuat jamur lama-kelamaan menjadi busuk sehingga tidak dapat dipanen. Jadi usahakan jaga kebersihan agar hama tidak dapat menyerang.

4.     Tyrophagus putrescentiae dan Linopodes antennaepes
Kutu-kutu ini memakan miselium jamur sehingga jamur tidak tumbuh pada  akhirnya merugikan hasil panen.

5.     Aphelencoides composticola dan Dityylenchus myceliophagus
kedua hama ini merupakan cacing yang biasanya merusak dinding hifa sel jamur dan memakan miselium. Dengan demikian jamur tidak akan tumbuh dan panen pun akan gagal. Oleh sebab itu pastikan proses sterilisasi dilakukan dengan sempurna  agar telur-telur cacing juga mati.

6.     Laba-laba
Untuk pencegahannya bisa melakukan dengan menaburkan serbuk kapur pada lantai dan dinding ruang kumbung. Selanjutnya dapat memusnahkan serangga laba-laba yang biasanya terdapat di sela-sela tumpukan boglog jamur.

7.     Rayap
Untuk mencegahnya, bisa menyemprotkan ekstrak sirih ke bagian tanah atau bagian kumbung yang diserang rayap.

8.     Siput
Untuk menceghnya, bisa menggunakan ekstrak jarak pagar dan menyemprotkannya kelantai ruang kumbung dan boglog jamur.



       Sedangkan penyakit yang sering menyerang jamur kompos adalah sebagai berikut
.
1.     Cendawan
Cara mencegahnya dengan melakukan sterilisasi peralatan maupun SDM sebelum proses perawatan kumbung berlangsung.

2.     Virus dan bakteri
Cara yang tepat untuk mencegahnya adalah dengan menjaga lingkungan sekitar kumbung tempat budidaya jamur.

3.     Mucor sp
Cara pencegahan bisa dilakukan dengan mengurangi jumlah susunan boglog dan menurunkan suhu ruangan kumbung dengan mengatur sirkulasi udara.

4.     Neurospora sp
Pencegahan bisa dilakukan dengan melakukan sterilisasi media jamur dan mengurangi jumlah susunan boglog.

5.     Penicilium  sp
Cara mencegahnya (1) preventif, shed sebelum dimasuki kompos terlebih dahulu disemprot dengan kadar 2-3% atau shed kosong, terlebih dahulu dipesteurisasi sampai temperatur 60-70oC, menjaga kebersihan SDM, bibit dll. (2) curativ, kompos yang terkena serangan Penicilium dipisahkan dan dibuang. Dan usahakan menjaga kebersihan ruangan inklubasi.

6.     Corpinus
Untuk mencegahnya, bisa melakukan pasteurisasi hingga suhu mencapai 60-70oC, dan menjaga kebersihan alat, bibit, ruang kumbung jamur, dll. Bila terserang penyakit Corpinus ini sebaiknya lakukan pencabutan dan dibuang.
Apabila telah terjadi serangan hama dan penyakit sebaiknya masa panen dipersingkat dan dilakukan pembersihan total. Langkah ini dilakukan agar tidak ada penyakit yang tertinggal. Pengendalian dangan peptisida tidak disarankan karena jamur mempunai kemampuan untuk menyerap zat toksin yang besar.
2.   Manfaat yang didapat dari jamur kompos

·         Jamur untuk kesehatan
Jamur telah digunakan selama ribuan tahun, baik sebagai makanan maupun obat herbal. Studi-studi menunjukkan bahwa jamur bisa meningkatkan produksi dan aktivitas sel-sel darah putih. Dan hal ini menurut derektur Institute of Herbal Medicine Douglas Schar, sangat baik untuk melawan infeksi. Berikut beberapa manfaat lain dari jamur:
-turunkan berat badan
Jamur mengandung sekitar 80-90% air dengan kandungan kalori rendah. Selain itu, jamur juga mengandung sangat sedikit sodium dan lemak, dan 8-10% dari komponen kering jamur adalah serat. karena itu, makanan satu ini sangat ideal bagi yang sedang mengikuti program pengontrolan berat badan atau diet untuk mengontrol hipertensi.
-sumber kalium
Jamur kaya kalium, mineral yang membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi resiko stroke. Jamur juga mengandung lebih banyak kalium dibandingkan sebuah pisang atau segelas jus jeruk. Satu takar jamur juga menyediakan 20-40% ajuran tembaga harian, tembaga merupakan mineral yang mengandung komponen pelindung jantung.
-lawan radikal bebas
Jamur kaya akan riboflamin, niacin, dan selenium. Selenium merupakan antioksidan yang bekerja dengan vitamin E untuk melindungi sel-sel dari kerusakan radikal bebas.
-kurangi resiko kangker prostat
Selain melawan radikal bebas, kandungan selenium dalam jamur juga membantu mencegah kangker prostat. Baltimore study yang mempelajari penuaan menemukan, mereka yang mengonsumsi  selenium dengan dosis dua kali lipat dari anjuran beresiko 65% lebih rendah mengalami kangker prostat. Laki-laki dengan kadar selenium terendah beresiko empat hingga lima kali lebih besar mengalami kangker prostat dibandingkan mereka yang memiliki kadar selenium tertinggi dalam darah.
-cegah kangker payudara
Jamur kancing mengandung komponen yang berfungsi menghambat aktivitas arotamase (enzim yang terlibat dalam prosduksi estrogen) dan 5-alpha-reductase ( enzim yang berfungsi mengubah testosteren menjadi DHT). Temuan terbaru menunjukkan bahwa jamur kancing bisa mengurangi resiko kangker dan kangker prostat. Ekstak jamur kancing mengurangi perbanyakan sel dan memper kecil ukuran tumor. Efek kemotrapi ini bisa dilihat dengan asupan sekitar 100 gram jamur per hari.
-Vitamin pada jamur sangat penting untuk mengubah makanan (karohodrat) menjadi bahan bakar (glukosa), yang menghasilkan energi. Vitamin juga membantu tubuh memetabolisme lemak menjadi protein. Jamur mengandung banyak vitamin B2 dan vitamin B3.
-jamur memiliki nol kolesterol serta lemak dan karbohidrat yang sangat rendah. Serat dan enzim tertentu di dalamnya juga membantu tingkat kolesterol yang lebih rendah. Kandungan protein tinggi dan lemak dalam jamur membantu membakar kolesterol ketika dicerna.
Tak hanya rasa yang lezat dan bisa diolah menjadi berbagai sajian sedap, seperti dibuat soup jamur, keripik jamur, sate jamur dan tambahan pada makanan, jamur ternyata juga merupakan makanan sehat karena menganddung banyak protein, vitamin, mineral, asam amino dan lain-lain. Berikut ini rincian tentang gizi jamur.
Jamur merupakan makanan yang spesial. Pada waktu dulu di Yunani, jamur merupakan makanan prajurit pada waktu perang. Di Roma, jamur disebut sbagai makanan para dewa. Di Cina jamur dipercaya sebagai makanan yang menyehatkan. Di Indonesia, jamur mulai mendapat perhatian pada awal tahun 1990 karena rasa dan nilai gizinya.
1.     Protein dan asam amino

Jamur mengandung protein yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan bawang, kubis, jeruk dan apel. Dalam keadaan kering, kandungan proteinnya tidak jauh berbeda dengan protein dalam kedelai kering. Kandungan protein berbagai jenis bahan makanan dapat dilihat dalam Tabel 1.

Bahan
%protein dari berat basah
(% protein dari berat kering)
Jamur
Bawang
Kubis
Bayam
Kangkung
Kacang panjang
Sawi
Selada
Seledri
Tauge
Tomat
Wortel
Jeruk
Apel
Beras
Gandum
Kedelai
Jagung
1,75-5,9
1,4
1,4
3,5
3,0
2,7
2,3
1,2
1,0
2,9
1,0-2,0
1,2
1,0
0,3
7,3
12,2
38,1
9,4

TABEL 1. KANDUNGAN PROTEIN BERBAGAI JENIS MAKANAN

       Jamur mempunyai kandungan protein antaraa 1,75-5,9% dari berat basah. Protein dalam jamur dapat dianggap lengkap karena mengandung asam amino esensial. Asam amino disebut esensial karena tidak dapat dibentuk oleh tubuh manusia, tetapi sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang cukup. Apabila kekurangan asam amino esensial maka tubuh akan terganggu sistem metabolismenya. Asam amino esensial ada 9 macam yang semuanya terdapat dalam jamur. Kesembilan asam amino esensial tersebut yaitu lysin, methionin, tryptopan, theonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, dan phenilalanin.
       Kandungan asam amino esensial dalam beberapa jenis jamur  dapat  dilihat pada Tabel 2. Kandungan asam amino esensial tersebut juga dibandingkan dengan kandungan yang terdapat dalam telur  ayam. Dengan melihat perbandingan tersebut, tampak bahwa  kandungan asam amino di dalam jamur tidak jauh berbeda dengan kadungan asam amino dalam telur ayam.
       Selain mengandung protein, jamur juga mengandung zat gizi lainnya. Komposisi kandungan gizi dalam beberapa jenis jamur di tampilkan dalam Tabel 3.

TABEL 2 KOMPOSISI ASAM AMINO ESENSIAL DARI BEBERAPA JENIS JAMUR DAN TELUR AYAM

Jenis jamur/ telur ayam
Leusin
Isoleusin
Valin
Tryptophan
Lysin
Theonin
Pheniylalanin
Methionin
Histidin
Total asam amino
Agaricus bisporus (jamur kancing)
7,5
4,5
2,5
2,0
9,1
5,5
4,2
0,9
2,7
38,9
Lentinus edodes
(Jamur shitake)
7,9
4,9
3,7
-
3,9
5,9
5,9
1,9
1,9
36,0
Pleurotus florida
(Jamur tiram)
7,5
5,2
6,9
1,1
9,0
6,1
3,5
3,0
2,8
46,0
Pleurotus sajor-caju
(Jamur tiram)
7,0
4,4
5,3
1,2
5,7
5,0
5,0
1,8
2,1
37,6
Volvariella displaia
(jamur merang)
5,0
7,8
9,7
1,5
6,1
6,0
7,0
1,2
4,2
48,5
Volvariella volvacea
(Jamur merang)
4,5
3,4
5,4
1,5
7,1
3,5
2,6
1,1
3,8
47,1
Telur ayam
8,8
6,6
7,3
1,6
6,4
5,1
5,8
3,1
2,4
47,1

Keterangan : satuannya dalam gram asam amino per 100 gram dari protein kasar




TABEL 3. ANALISA KANDUNGAN GIZI BEBERAPA JAMUR

Jenis
Kadar Air
Protein Kasar
Lemak
Karbohidrat
Serat
Abu
Energi
Agaricus bisporus
(Jamur kancing)
78,3-90,5
23,9-34,8
1,7-8,0
51,3-62,5
8,0-10,4
7,7-12
328-368
Agaricus campestris
(Jamur kancing)
89,7
33,2
1,9
56,9
8,1
8,0
354
Auricularia sp.
(Jamur kuping)
89,1
4,2
8,3
82,8
19,8
4,7
351
Boletus edulis
(Jamur bolets)
87,3
29,7
3,1
59,7
8,0
7,5
362
Lentinus edodes
(Jamur shitake)
90,0-91,8
13,4-17,5
4,9-8,0
67,5-78,0
7,3-8,0
3,7-7,0
387-392
Pleurotus florida
(Jamur tiram)
91,5
27,0
1,6
58,0
11,5
9,3
265
Pleurotus sajor-caju
(Jamur tiram)
90,1
26,6
2,0
50,7
13,3
6,5
300
Volvariella displasia
(Jamur merang)
90,4
28,5
2,6
57,4
17,4
11,5
304
Volvariella volvacea
(Jamur merang)
89,1
25,9
2,4
-
9,3
8,8
276









Keterangan : satuannya dalam % berat kering, kecuali kadar air (%berat basah) dan energi (Kkl per 100 g   berat bersih)

2.     Lemak
       Kandungan lemak beberapa jenis jamur sekitar 1,1-8,3% dari berat keringnya. Sekitar 70% dari asam lemak dalam jamur merang merupakan asam lemak tak jenuh. Adapun dalam jamur kancing 69% asam lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh. Asam lemak tak jenuh ini sangat dibutuhkan oleh tubuh dan tidak berbahaya bila terdapat dalam jumlah besar. Hal ini berbeda dengan asam lemak jenuh yang biasanya terdapat pada hewan. Dalam jumlah besar, asam lemak jenuh dapat membahayakan kesehatan.
       Dengan kandungan asam lemak tak jenuh yang cukup tinggi menjadikan jamur sebagai makanan yang menyehatkan.

TABEL 4. KANDUNGAN ASAM LEMAK DALAM BEBERAPA JENIS JAMUR


% Asam Lemak per Berat Bersih

Jamur
Jenuh
Tak Jenuh
Agaricus bisporus
(Jamur kancing)
19,5
80,5
Auricularia auriculata
(Jamur kuping)
25,8
74,2
Lentinus edodes
(Jamur shitake)
19,9
80,1
Pleurotus sajor-caju
(Jamur tiram)
20,7
79,3
Volvariella volvacea
(jamur merang)
14,6
85,4






3.     Vitamin
       Vitamin sangat dibutuhkan oleh tubuh walaupun dalam jumlah sedikit. Vitamin yang terdapat dalam jamur merupakan vitamin B, seperti thiamin, niasin, dan riboflavin. Adapun kandungan vitamin tersebut dalam jamur kancing dan jamur merang dapat dilihat pada Tabel 5.

TABEL 5. KANDUNGAN VITAMIN DIDALAM JAMUR KANCING DAN JAMUR MERANG

VIitamin
Jamur kancing
Jamur merang
Thiamin (mg/100 g berat kering)
Niasin (mg/ 100 g berat kering)
Riboflavin (mg/100 g berat kering)
1,14
55,7
5,0
0,35
64,88
1,63-2,98

4.     Karbohidrat dan serat
       Karbohidrat yang terdapat dalam jamur antara lain pentosa, methilpentosa, dan hexosa. Yang menarik dari karbohidrat jamur adalah polisakarida yang diekstrak dari tubuh buah jamur mampu meghambat pertumbuhan tumor.
       Kandungan serat pada jamur merang 4-20% dan pada jamur kancing 10,4%. Adanya serat sangat diperlukan tubuh dalam membantu pencernaan. Bagi penderita diabetes, makanan kaya serat sangat diperlukan untuk menyeimbangkan kadar gula darah dan mampu menurunkan kemampuan menyerap glukosa.

5.     Mineral
       Jamur merupakan sumber mineral yang bagus. Kandungan mineral terbesar pada jamur yaitu potasium, fosfor, sodium, kalsium, dan magnesium.adapun mineral besi, seng, tembaga, dan mangan terdapat dalam jumlah kecil.

6.     Kandungan obat
       Selain sebagai bahan pangan, jamur kompos bermanfaat sebagai obat. Hal ini telah lama dilakukan oleh orang Cina, Jepang, dan Korea. Meskipun tidak sebanyak jamur obat, jamur kompos juga mengandung fraksi aktif biologi yang mampu berperan sebagai obat. Fraksi aktif biologi biasanya berasosiasi pada dinding sel jamur. Jamur dapat menurunkan kadar kolesterol low density lipoprotein (LDL) yang membahayakan tubuh manusia. Jamur juga memiliki kemampuan sebagai anti-virus dan anti-bateri.
       Selain memiliki mafaat untuk kesehatan dan memikili gizi yang tidak kalah dengan tanaman lain jamur juga mudah untuk tumbuh, media yang digunakan juga mudah untuk didapat sehingga akan memudahkan petani untuk membudidayakan jamur kompos. Serta saat ini membudidayakan jamur memikili peluang bisnis yang besar.

BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Berdasarkan permasalahan dan pembahasan di atas, dapat disimpulakan sebagai berikut.
1.     Cara mencegah hama pada jamur kompos adalah dengan menjaga kebersihan alat-alat yang digunakan dalam proses pembudidayaan jamur kompos, bahan yang digunakan dalam pembudidayaan dan ruangan yang digunakan untuk membudidayakan yaitu kumbung. Apabila cara ini masih saja belum dapat mencegah hama dan penyakit pada jamur kompos segera lakukan pembersihan total. Pembersihan total disini maksudnya adalah melakukan pembersihan kumbung secara keseluruhan, dengan membersihakan boglog-boglog jamur, dan lebih teliti untuk masalah kebersihan dalam melakukan pembudidayaan.

2.     Manfaat yang didapat dari jamur kompos cukup banyak, seperti dapat dijadikan berbagai macam olahan makanan karena mamiliki rasa yang nikmat dan enak. Jamur kompos juga baik untuk kesehatan, karena dapat menurunkan berat badan sebab jamur memiliki kalori yang rendah sehingga baik buat orang yang melakukan proses diet. Jamur juga merupakan radikal bebas, dapat mengurangi resiko kangker prostat, dapat mencegah kangker payudara, merupakan sumber kalium, dan banyak memiliki kandungan gizi seperti protein dan asam amino, lemak, vitamin, karbohidrat dan serat, mineral, dan juga sebagai kandungan obat. Selain itu yang didapat dari tanaman jamur adalah cara hidup yang mudah, media tumbuh yang mudah dicari serta masih memilki peluang bisnis yang tinggi.

B.    Saran

Saran yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.     Para petani dapat memanfaatkan penelitian ini untuk menanggulangi hama pada jamur kompos.
2.     Para penyuluh dapat memanfaatkan penelitian ini sebagai bahan dalam memberikan penyuluhan kepada para petani jamur kompos.







DAFTAR PUSTAKA

Widiyastuti, Budhi. 2001. Budi daya Jamur Kompos. Jakarta: Penebar Swadaya.

Cahyana dkk. 2007. Jamur Tiram. Cianjur: Penebar Swadaya.

Rifai, Mien A. 2004. Kamus Biologi. Jakarta: Balai Pustaka (Persero).

Poerwadarminta. 2007. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

























LAMPIRAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar